|
Saturday, 10 May 2008 23:05 |
|
PSSI diundang FIFA menghadiri Kongres di Sydney, Australia, Kamis (29/5). Ini berarti, masa depan sepak bola Indonesia segera ditentukan.
Kabar itu disampaikan Sekjen PSSI Nugraha Besoes. Nugraha mengungkapkan, kongres tersebut mengagendakan evaluasi terhadap berbagai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan PSSI, salah satunya Pedoman Dasar (PD).
”PSSI pasti ke Sydney.Toh, mereka sudah mengundang kami. PSSI harus memenuhi undangan mereka. Tidak ada yang perlu dirisaukan. Sebab, kami sudah memenuhi seluruh ketentuan yang diminta FIFA. Tapi, mereka memang belum memberikan kabar mengenai kondisi terakhir PD,” ungkap Nugraha kepada SINDO,kemarin.
Karena itu, Nugraha memberi garansi FIFA tidak akan menjatuhkan sanksi. Sebab, revisi PD sudah selesai sebelum deadline, Minggu (4/5). Pasal kriminal juga dicantumkan meski larangan menjadi pengurus hanya berlaku bagi mereka yang dihukum di atas lima tahun. ”Kami tidak mau memberikan informasi sepotongsepotong. FIFA tidak akan menjatuhkan sanksi. Tidak perlu cemas. PSSI lebih tahu keadaan yang sebenarnya. Suasananya sekarang biarkan tenang lebih dahulu. Posisi PSSI tetap menunggu. Langkah berikutnya menunggu persetujuan FIFA,” lanjutnya.
Sejauh ini, FIFA atau AFC memang belum memberikan konfirmasi setelah PSSI menyerahkan kembali revisi PD, 23 April. Namun, sebelumnya, AFC menolak revisi PD terkait pasal kriminal dan jumlah hak suara anggota. Sebelum akhirnya PSSI mengklaim AFC setuju dengan anggota yang berjumlah 118 suara.
Selain itu, FIFA meminta PSSI mengganti NH dan Anggota Exco lantaran hasil kongres di Makassar dinilai menyalahi prosedur. Semuanya tetap ditentukan di Sydney. Kongres itu kunci perubahan- perubahan di PSSI. Toh, itu menjadi kewenangan PSSI. Sejauh ini, tugas kami selesai lantaran hanya membantu merevisi PD,” ucap Anggota Exco AFC Dali Taher.
Meski PSSI berusaha tenang, tetap saja muncul kekhawatiran dari anggota, salah satunya Pengda PSSI Jabar. Mereka khawatir FIFA akan menjatuhkan sanksi kepada Indonesia sebagai konsekuensi dari berbagai persoalan yang melilit sepak bola negeri ini. Ketua Harian Pengda PSSI Jabar Toni Apriliani mengaku sangat waswas dalam waktu dekat FIFA akan membekukan keanggotaan PSSI.
”Bukan tak mungkin kekhawatiran yang saat ini dirasakan masyarakat sepak bola Indonesia benar-benar terasa dalam waktu dekat,” kata Toni, seusai acara penyerahan piala pemenang kompetisi futsal antarperguruan tinggi se-Bandung Raya, kemarin.
Toni menilai, PSSI bergerak lambat menyikapi keinginan FIFA yang selain menuntut pergantian di kursi ketua umum, juga menuntut perubahan Pedoman Dasar (PD). ”Pengda Jabar sudah dua kali, baik lisan maupun tulisan, mempertanyakan draf perubahan PD yang oleh pusat diklaim sudah diubah dan disesuaikan dengan statuta FIFA,”ujar Toni.
 |