|
Rapat Executive Comitte (Exco) FIFA masih sekitar tiga minggu ke depan, yaitu Kamis (29/5), di Australia. Tetapi tokoh bola yang juga instruktur sepakbola wanita FIFA, Monika Staab sudah wanti-wanti agar PSSI jangan sampai terkena pembekuan dari federasi sepakbola internasional tersebut.
Apa yang disampaikan Monika Staab memang bukan keterangan resmi FIFA, tetapi pelatih sepakbola wanita ini mengaku sedih dengan masa depan pembinaan sepakbola wanita di Indonesia jika PSSI sampai dibekukan. “Jangan sampai negara Anda dibekukan. Sebab, saya melihat pembinaan sepakbola wanita di Indonesia cukup bagus, terutama di Papua,” ungkap Staab kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/5) lalu. Staab yang dalam agendanya di Indonesia memberikan coaching clinic di Bandung, Yogyakarta, Papua, serta Jakarta, tidak dalam misi perwakilan FIFA untuk pembenahan PSSI. Dia hanya mengatakan sedih jika pembinaan sepakbola junior, terutama wanita, terbengkalai jika federasi sepakbola di Indonesia harus menghadapi kemungkinan terburuk. “Pemain sepakbola wanita di Indonesia banyak yang potensial tapi tidak didukung federasi yang bagus,” ungkapnya. Di sisi lain, perwakilan Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) Dato Yap Nyin Keons menolak berkomentar soal PSSI. “Meski saya punya kapasitas dalam hal ini, saya tidak mau mencampuri urusan internal PSSI atau Nurdin Halid,” kata Nyin Keons. Di tempat terpisah, anggota Exco PSSI Mafirion merasa aneh jika PSSI harus dibekukan FIFA. “Mengapa mesti dibekukan. Kami sudah bekerja sebaik-baiknya menyelesaikan revisi PD. Kami juga telah mengirimkannya kepada AFC pada 23 April lalu, jadi mengapa harus dibekukan?” Menurutnya, jika AFC dan FIFA memberikan persetujuan terhadap hasil revisi tersebut, PSSI segera menyosialisasikannya. Hanya, sampai saat ini Mafirion belum mendapatkan hasil penyesuaian revisi PD tersebut. Hasil kajian AFC tersebut akan dibawa ke FIFA untuk diputuskan pada 29 April, saat Exco Meeting FIFA di Australia nanti. penulis: BolaIndo
 |