|
Nasib persepakbolaan Indonesia kini di ujung tanduk. Akibat terlambat merevisi pedoman dasar organisasi PSSI, sepakbola Indonesia terancam segera dijatuhi sanksi oleh FIFA. Nasib Indonesia akan ditentukan dalam Kongres FIFA di Sydney, Australia, akhir bulan ini.
Federasi sepakbola dunia (FIFA) dalam wktu dekat akan segera menetukan nasib persepakbolaan Indonesia. Hal itu terkait dengan instruksi perubahan pedoman dasar serta pelaksanaan pergantian Ketua Umum PSSI yang hingga saat ini belum dilaksanakan.
Untuk itu, pengurus otoritas sepakbola nasional ini dipanggil secara khusus dalam Kongres FIFA di Sydney, Australia, Kamis (29/5) mendatang. Pemanggilan itu diakui oleh Sekjen PSSI, Nugraha Besoes. Menurut pria yang akrab disapa Kang Nug ini, dalam kongres tersebut telah diagendakan mengenai evaluasi terhadap berbagai pekerjaan rumah yang harus diselesaikan PSSI.
Salah satunya, masih kata Nugraha, adalah revisi pedoman dasar yang menyesuiakan Statuta FIFA. “Tidak ada yang harus dikhawatirkan. Sebab, revisi pedoman dasar itu telah kami lakukan. Saat ini, justru kami menunggu persetujuan mengenai revisi tersebut. Apalagi, kami bisa menyelesaikan revisi itu lebih cepat dari yang diminta,” ujar Nugraha, kepada wartawan di Jakarta, kemarin.
Lebih lanjut, Nugraha menambahkan, dirinya berani memberi garansi jika sanksi dari FIFA itu tidak akan ada. Pasalnya, masih kata Nugraha, semua permintaan FIFA sudah dilakukan, termasuk pasal kriminal yang semula diperdebatkan. “Yang pasti, PSSI telah memenuhi semua persyaratan yang diminta. Untuk itu, kenapa saya berani menjamin jika sanksi itu tidak akan ada,” cetus Nugraha.
Tapi, bagaiamana dengan permintaan FIFA untuk mengganti Ketua Umum Nurdin Halid, karena yang bersangkutan terkait kasus kriminal? “Saya tidak ingin memberikan keterangan setengah-setengah. Begini saja. Yang pasti, PSSI lebih tahu keadaan yang sesungguhnya. Apa yang diinginkan FIFA itu, PSSI lebih tahu. Jadi, kita tunggu saja perkembangan selanjutnya,” pungkas Nugraha. penulis: Goal
 |