|
Bukan hanya masalah financial yang membuat proses pembentukan tim PSS Sleman macet. Belum adanya kepastian masa depan PSSI, menjadikan manajemen berpikir ulang untuk meneruskan pembentukan tim.
Hal itu seperti yang disampaikan Manajer PSS Hendricus 'Mbah Mul' Mulyono. Dia mengatakan, selain terkendala keuangan, Elang Jawa, julukan PSS juga masih menunggu hasil verifikasi yang akan dilakukan Badan Liga Indonesia (BLI) Mei mendatang. Mbah Mul beralasan, musim ini pihaknya tak ingin setengah-setengah dalam melakukan pembentukan tim. Karena itu pihaknya menunggu kejelasan dari BLI pada level mana musim ini Laskar Sembada, julukan lain PSS akan berlaga. "Kita perlu tahu apakah PSS masuk Liga Super atau hanya main di Divisi Utama. Karena itu akan sangat memengaruhi persiapan tim. Kalau memang masuk Liga Super, kita akan persiapkan tim yang benar-benar solid," ujar Mbah Mul. Lalu, bagaimana dengan nasib 13 pemain yang sudah deal dan menerima uang panjar dari manajemen? Apakah mereka tetap akan dipertahankan atau dibubarkan ? Mbah Mul belum bisa memberikan keputusan. "Kita belum tahu. Karena itu, untuk sementara waktu proses seleksi dihentikan dan semua pemain dipulangkan," jawabnya. Secara tegas Mbah Mul membeberkan, bukan saja masalah keuangan dan belum adanya kepastian dari BLI yang membuat PSS memutuskan untuk menghentikan pembentukan tim. Posisi PSSI yang terancam dibekukan AFC dan FIFA juga menjadi pertimbangan tersendiri. "Kalau sampai PSSI benar-benar dibekukan FIFA karena dianggap membangkang, klub juga yang pada akhirnya dirugikan. Sudah capek-capek menyiapkan tim dan mengeluarkan banyak uang, tapi kompetisi dibekukan," cetus Mbah Mul. penulis: OkeZone
 |