|
Sunday, 06 April 2008 08:01 |
|
Pelatih Sunderland, Roy Keane, mengungkapkan rasa getirnya terhadap perlakuan Manchester United saat ia keluar di tahun 2005 silam.
Keane, salah satu pemain paling berpengaruh di Old Trafford, meninggalkan The Red Devils dengan kesepakatan bersama pada November 2005 setelah mengalami cedera panjang. Tak berapa lama kemudian, Keane pun bergabung dengan Glasgow Celtic sebelum memutuskan gantung sepatu.
Tapi menurut Keane, kendati ada kesepakatan bersama, sebenarnya situasi kurang mengenakkan. Diakui kala itu ada ketegangan antara dirinya dengan pelatih Sir Alex Ferguson dan manajemen klub.
"Saat saya meninggalkan MU, saya punya pandangan sekilas harusnya berhenti bermain. Saya kehilangan rasa suka terhadap permainan pada hari itu. Saya berpikir sepakbola dan hidup sangat kejam," ujar Keane dalam wawancaranya dengan surat kabar Irish Times.
Kekejaman yang dimaksud Keane adalah beberapa hal yang diucapkan oleh MU. Bahkan dalam beberapa pertemuan terakhir, MU diklaim sudah berbohong kepadanya.
"Pada Jumat pagi (hari ketika dia pergi -- Red), mereka menyampaikan beberapa hal. Salah satunya adalah tak ada kemungkinan bagi saya untuk main di klub lain. Tadinya saya percaya, tapi ternyata itu hanyalah alasan mereka untuk mengusir saya," imbuhnya.
Keane juga menuduh MU salah dalam menghitung masa karirnya di sana. "Mereka berterima kasih atas jasa saya selama 11 setengah tahun. Saya harus mengingatkan siapapun bahwa saya menghabiskan 12 setengah tahun di sana," pungkasnya. penulis: BiangBola.com
 |