Kasus Ronaldo verus waria berbuntut panjang. Ronaldo harus membayar mahal ulahnya berkencan dengan waria. Akibat kasus itu, Ronaldo terancam kehilangan kontrak dengan Nike, sekaligus kehilangan sang tunangan.
Produsen alat olahraga Nike, tidak mau jika bintang iklannya ternyata memiliki masalah amoral. Nike pun akan mengkaji ulang kontrak Ronaldo. Sementara itu tunangannya Maria Beatriz, memilih kembali ke keluarganya di Brasilia.
Skandal itu mengemuka, Senin (28/4/2008), setelah Ronaldo dan waria yang dikencaninya digiring ke kantor polisi. Kepolisian Rio de Janeiro mengatakan Ronaldo mengambil dari jalanan, dan masuk ke sebuah hotel. Di kamar hotel, Ronaldo baru tahu bahwa itu bukan wanita.
Ronaldo meminta ketiganya keluar, dengan memberikan sejumlah uang. Namun waria bernama Andre Albertini itu menolak pemberian Ronaldo. Andrea meminta 30 ribu dolar AS atau akan mengungkapkan skandal itu.
Andre pun diadukan ke polisi dengan tuduhan pemerasan. Tapi Andre punya cerita lain dengan mengatakan ia dan Ronaldo mengkonsumsi kokain selama berada di hotel.
Melalui situs pribadinya, Ronaldo berupaya membantah kabar ini. Publik Brasil yakin Ronaldo masih menjadi idola kaum muda dan anak-anak, karena tidak pernah mengkonsumsi narkoba. Namun pihak Nike melihat reputasi Ronaldo telah hancur.
Ronaldo kehilangan kontrak bernilai 100 juta pounds, itu adalah kontrak tertinggi di Amerika Latin.
Sampai saat ini, kubu AC Milan belum mengeluarkan pernyataan resmi. Tapi, media Italia melaporkan, skandal itu membuat Rossoneri akan mempertimbangkan kembali kontrak Ronaldo di San Siro.