|
Francesco Totti bukan anggota partai, apalagi politisi. Namun kapten AS Roma itu tiba-tiba menjadi pergunjingan masyarakat Italia, setelah Silvio Berlusconi -- pemilik AC Milan yang berupaya terpilih sebagai PM Italia kali ketiga -- mengecam keputusan Totti mendukung Partai Demokrat.
Publik Italia, Minggu (13/4), menggelar pemilu lokal dan nasional. Di Roma, pemilu lokal diikuti calon untuk memperebutkan kursi walikota. Secara nasional, Berlusconi bersaing dengan Walter Petroni, ketua Partai Demokrat. Berlusconi sangat gundah ketika Totti secara terbuka mendukung Partai Demokrat. Ia membiarkan namanya diletakkan dalam poster kampanye Francesco Rutelli, calon walikota Roma dari partai kiri-tengah. Rutelli sebelumnya menjabat deputi PM Romano Prodi. Dalam poster kampanye yang terpasang di seluruh sudut Roma, Totti menyampaikan pesan untuk mendukung Rutelli. Berlusconi, pemimpin sayap kanan Partai Forza Italia, mengatakan ada yang salah di kepala dan telinga Totti. Komentar Berlusconi mengejutkan para analis politik. Publik berreaksi keras, dan menggelar demo di luar Collseum. ''Berlusconi tidak hanya akan kalah di Roma,'' ujar salah seorang komentator radio. ''Jika kita menginginkan kepala untuk dipelajari, ambil saja kepala Berlusconi.'' Kehadiran Totti, pemain paling dipuja di seluruh Italia, di kancah politik membuat rival-rival Berlusconi bersemangat mengeksploitasi bintang Piala Dunia 2006 itu untuk memenangkan pemilu. ''Totti adalah pribadi luar biasa yang layak dihormati semua orang,'' ujar Veltroni kepada Radio Radio.''Dia mungkin orang yang tidak peduli dengan semua hal, tapi apa yang dilakukannya saat ini adalah untuk masa depan.'' Menurut Veltroni, Italia beruntung memiliki kebebasan berekspresi dan berpikir. ''Jika kita membaca koran-koran yang terbit pada pemilu sebelumnya, kita akan bisa menyaksikan bagaimana pemain Milan mendeklarasikan pilihannya untuk orang yang menggaji mereka di klub,'' ujar Veltroni. Pada kampanye Jumat (11/4), Berlusconi tidak menyampaikan program-programnya tapi membicarakan pembelian Ronaldinho dari Barcelona. Veltroni, dan rival-rival politik sang patron I Rossoneri, menertawainya. ''Pembelian Ronaldinho bukan tema kampanye,'' ujar Veltroni. ''Tindakan itu hanya untuk meredakan kemarahan pendukung klub atas kegagalan Milan memenangkan banyak pertandingan.'' Analis politik Italia memperkirakan Berlusconi sedang membuat gol bunuh diri ke gawangnya, dengan membicarakan pembelian Ronaldinho. Sang juragan tidak bisa menggunakan Ronaldinho untuk melawan Totti, figur paling disukai pecinta sepak bola Italia. Berlusconi mengamati semua perilaku Totti dari jauh. ''Totti adalah sumber daya terbaik di sepak bola Italia,'' ujar Berlusconi. ''Namun Totti mungkin harus hati-hati, karena namanya telah digunakan oleh para politisi.'' penulis: Goal
 |