|
Sunday, 27 April 2008 01:30 |
|
Liga dan Serie A memang belum menyentuh laga terakhir, tapi sang juara sudah bisa keluar di laga malam nanti. Real Madrid sukses mempertahankan gelar bila menang atas Athletic Bilbao. Sementara Inter Milan juga pertahankan Scudetto bila mengalahkan Cagliari.
Inter Milan tentu sangat berpotensi menang melawan Cagliari. Saat ini Nerrazzuri mempunyai raihan angka 87 dari 34 pertandingan. Angka itu akan bertambah menjadi 90, dengan syarat Inter menang. Dengan sisa tiga pertandingan, sudah tidak mungkin bagi AS Roma mengejar perolehan poin Inter.
Kendati demikian, pelatih Roberto Mancini belum berniat melakukan pesta. Mancini tetap mengintrusikan anak asuhnya agar tetap fokus menghadapai pertandingan. Mancio tetntu khawatir bila euphoria kemenangan akan merusak segalanya.
"Belum, kami belum juara. Kami masih harus melewati satu laga melawan Cagliari untuk bisa menjadi juara. Semua masih mungkin, dan pemain tidak boleh lengah," tegas Mancini seperti dikutip Channel4, Minggu (27/4/2008).
Pelatih AS Roma Luciano Spaletti, sudah ?mengizinkan' Inter menggenggam Scudetto musim ini. Baginya hanya mukzizat yang bisa menggagalkan Inter gagal menjadi yang terbaik.
"99 persen gelar juara sudah milik Inter. Kami pun cukup puas dengan apa yang sudah kami capai. Saya ucapkan selamat untuk Inter," ujar Spaletti lirih.
Terlalu dinikah ucapan selamat Spaletti? Pelatih berkepala plontos ini harusnya tidka boleh melupakan faktor keberuntungan dalam sepakbola. Apapun masih bisa terjadi, setidaknya Roma harus tetap memelihara kemenangan.
Sementara kondisi yang sama juga dimiliki Real Madrid. Tiga angka melawan Athletic Bilbao plus Villarreal ditahan Real Betis, sudah membuat El Real menjadi kampiun.
Madrid memiliki keuntungan berlaga di Santiago Bernabeu, sedangkan Villarreal harus berkunjung ke Manuel Ruiz de Lopera. Meraih kemenangan di Bernabeu melawan Bilbao, bukanlah perkara sulit bagi pasukan Bernd Schuster. Bila Real Betis bermain seperti biasa, bukan tidak mungkin Villarreal akan bertekuk lutut.
Apabila skenario di atas berjalan mulus, maka kota Madrid akan seperti akhir musim lalu; berpesta.
Tapi Schuster tetpa tidak boleh lengah. Pasalnya Bilbao juga bukan tanpa perlawanan. Tim asuhan Joaquin Caparros ini tengah berjuang keras menembus zona Eropa musim depan. Schuster tentu lebih suka memastikan kemenangan di bernabeu, untuk itu ia akan mengisntruksikan anak asuhnya agar bermain tenang demi mencari kemenangan. penulis: OkeZone
 |