Fenerbahce membuktikan keampuhannya bermain di depan pendukungnya sendiri. Menjamu Chelsea di Stadion Socru Saracoglu, Istanbul, Rabu (2/4), Fenerbahce menang 2-1 dalam leg pertama perempat final Liga Champions.
Hasil ini sudah pasti menjadi modal bagi skuad Zico untuk melakoni leg kedua di kandang Chelsea, Stamford Bridge, pekan depan. Jika bisa setidaknya menahan imbang, maka Fenerbahce akan menjalani semifinal pertamanya di Liga Champions.
Faktor penonton yang memadati Stadion Socru Sarcoglu, Istanbul, seakan menjadi "penentu" keberhasilan Fenerbahce menjinakkan Chelsea. Sedikit banyak, Chelsea pasti terganggu oleh teror melalui teriakan yang dilancarkan suporter setiap menguasai bola kerap terasa mengganggu.
Namun Chelsea dengan segala keunggulan teknisnya masih sempat menguasai permainan di babak pertama. Tekanan demi tekanan yang dilancarkan The Blues menggapai hasil di menit ke-13. Adalah penyerang Deivid yang melakukan bunuh diri ketika berusaha mengantisipasi bola silang Florent Malouda.
Keunggulan 1-0 belum membuat serangan The Blues mengendur. Gelandang Michael Essien, yang kali ini ditempatkan sebagai bek kanan, sempat merepotkan kiper Volkan Demirel yang harus memblok bola tendangannya dari jarak 30 meter.
Di menit ke-30 giliran penyerang Didier Drogba mengancam. Melepaskan diri dari kawalan, pemain Pantai Gading itu melepas tembakan keras yang kemudian masih ditepis keluar lapangan oleh Volkan.
Tapi di babak kedua, "angin" berubah arah dan membuat Fenerbahce memegang kendali permainan secara penuh. Peluang pertama Fenerbahce diraih pada menit ke-55 melalui tendangan salto Mateja Kezman, eks pemain Chelsea, yang masih bisa dibendung kiper Carlo Cudicini.
Tiga menit kemudian, Chelsea nyaris memperbesar keunggulan jika bola geledek Michael Ballack tidak dihalau Volkan. Adapun usaha keras Fenerbahce akhirnya menemui sasaran pada menit ke-65 lewat pemain pengganti Colin Kazim.
Pemain yang pernah membela Sheffield United itu lepas dari jebakan offside untuk berhadapan langsung dengan Cudicini dan langsung melepas tembakan keras tanpa bisa dicegah ke dalam gawang, 1-1.
Kedudukan imbang membuat semangat Fenerbahce makin tinggi. Sembilan menit sebelum bubaran, akhirnya Fenerbahce memastikan kemenangan 2-1 lewat gol tendangan jarak jauh Daivid sekaligus membayar kesalahannya di babak pertama. Pemain asal Brasil itu melepas tembakan ke pojok kiri gawang Cudicini dengan mulus.
Ketinggalan satu gol, Chelsea mulai panik. Pelatih Avram Grant kemudian memasukkan penyerang Nicolas Anelka, yang pernah bermain untuk Fenerbahce, guna menambah daya dobrak. Tapi hingga pertandingan berakhir, kedudukan 1-2 tidak berubah.
penulis: BiangBola.com