|
Thursday, 01 May 2008 01:32 |
|
Nada puas terpancar pada komentar yang dikeluarkan Avram Grant. Pelatih yang mengantarkan Chelsea ke babak final Liga Champions tersebut mengaku telah membersihkan namanya dari citra buruk di mata publik.
Ketika Grant menggantikan posisi Jose Mourinho banyak public yang mencibirnya. Beberapa pemain Chelsea pun sempat ikut-ikutan menyerangnya dengan mencam akan mengikuti jejak The Special One untuk meninggalkan Stamford Bridge.
Banyak juga yang mengklaim bahwa strategi yang diterapkannnya tidak berbeda dengan strategi Mourinho. Dia tidak peduli dengan klaim itu.
"Hanya ada satu The Special One. Tapi saya bahagia. Setiap kali Anda membuat sejarah ini adalah sesuatu yang spesial buat Inggris khususnya Chelsea. Saya mampu menangani Chelsea," bangga Grant, seperti dilansir Goal, Kamis (1/5/2008).
Grant memang bisa meloloskan timnya ke babak final Liga Champions. Tapi dia memuji Rafael Benitez yang dianggapnya pelatih jenius.
"Rafa selalu memainkan timnya dengan penuh taktik. Tapi Anda harus sangat pintar untuk meladeni permainannya," tegasnya.
Kemenangan Chelsea juga menjadi kemenangan spesial bagi Grant. Kemenangan itu bertepatan dengan perayaan hari holocaust, dimana enam juta orang Yahudi tewas akibat kekejaman tentara Nazi pada Perang Dunia ke-2.
"Hari ini adalah hari perayaan holocaust bagi kaum Yahudi. Saya menghormati kakek saya yang mati karena holocaust. Kemenangan ini sangat emosional bagi saya," jelasnya.
"Kami mampu membuat sejarah dan saya bangga bisa melakukannya dengan cara saya sendiri," tutupnya. penulis: OkeZone
 |