|
Kemenangan Zenit St Petersburg 4-0 atas Bayern Muenchen di semifinal Piala UEFA membuat sepakbola Jerman malu. Kemenangan itu cukup mencoreng kualitas Bundesliga yang klubnya tak bisa berbuat banyak di kancah Eropa.
Dengan kemenangan itu, Zenit unggul 5-1 secara agreagat atas Bayern, klub yang kini menjuarai Bundesliga 1. Tak hanya Bayern. Sebelumnya, tim asuhan Dick Advocaat ini juga mempermalukan Bayer Leverkusen. Pada pertemuan di perempat final, Zenit menang 4-1 atau unggul agregat 4-2. Dan, orang di balik tamparan kepada klub-klub Jerman itu adalah Dick Advocaat. Pelatih asal Belanda yang membawa kesuksesan Zenit. "Sebelumnya, saya tak menganalisis fakta yang membuat kami bisa bermain demikian baiknya," kata Advocaat girang. "Kami hampir membuat Bayern tak berkutik sama sekali. Mereka kesulitan mengembangkan permainannya. Ini kepuasan yang hebat dan pujian terbesar buat tim. Hari ini benar-benar menjadi milik kami," tambah Advocaat. Hasil yang mencoreng sepakbola Jerman itu juga membuat pelatih Bayern, Ottmar Hitzfeld, serasa terkena godam. Dia akan mengakhiri jabatannya akhir musim ini dan berharap meninggalkan kenangan terindah, tapi justru kekalahan yang sulit diterima. "Itu jelas hasil yang sangat menyedihkan buat kami. Kami kalah dalam banyak hal, juga kehilangan semangat," kata Hitzfeld. Dia mengakui, klub Jerman perlu lebih meningkatkan kualitasnya lagi. Kekalahan tersebut membuktikan bahwa klub Jerman semakin kesulitan berkompetisi di tingkat Eropa. Sebelumnya di perempat final, Bayern juga setengah mati mengalahkan Getafe, klub kecil Spanyol. "Tim kami sudah memberikan segalanya untuk memenangkan pertandingan. Tapi, hari ini bukan milik kami. Di kompetisi tingkat Eropa musim ini, kami tidak sekuat di Bundesliga," aku Hitzfeld. penulis: Kompas
 |