Bangkitkan Lagi Manchester United, Mourinho Patut Dapat Pujian

Sepakbola.com, Manchester – Tim yang dipimpin Jose Mourinho tidak terbiasa menampilkan gaya bermain yang bagus dan menghibur. Ia merasa lebih baik timnya memenangkan pertandingan ketimbang tampil dalam “kontes kecantikan”. Kemenangan 2-1 atas saingan berat mereka, Liverpool, adalah masterclass Mourinho menaklukkan lawan dan mengumpulkan poin.

Mourinho tepat meminta timnya untuk meredam kekuatan serangan Liverpool yang musim ini sangat dibangga-banggakan. Tetapi, pada pertandingan ini serangan Liverpool sepi. Liverpool butuh gol bunuh diri Eric Bailly untuk mendapat gol. Jadi, tim lain mungkin punya keunggulan dengan serangan yang menawan, United lebih memilih efektif. Mereka memenangkan 10 dari 13 pertandingan terakhir dan hanya Manchester City yang kebobolan lebih sedikit dari mereka musim ini di Premier League.

Tim Manchester United secara mendasar diharapkan bisa menang dengan petualangan, style dan berkelas. Setelah ditinggal Sir Alex Ferguson Manchester United jauh dari kesuksesan, jadi manajer dengan pendekatan apapun bisa diterima asal bisa membawa mereka ke perlombaan gelar juara lagi.

Hanya aliran romantis dan pemimpi yang percaya United harus menciptakan kembali tahun-tahun penuh bakat seperti George Best-Denis, Law-Bobby Charlton dan kemudian Eric Cantona, Ryan Giggs and Cristiano Ronaldo. Hal-hal semacam ini bisa datang nantinya.

Klasemen Liga Inggris 13 Maret 2018: Tottenham Gantian Saingi Manchester United

Manchester United masih cukup tajam

Sekarang tim dibangun sesuai dengan citra manajernya yakni tangguh, terorganisir, sulit dikalahkan dan pemain tahu pekerjaannya, terutama ketika lawan mereka yang menguasai bola. Kecuali mungkin Paul Pogba yang kedisiplinannya secara taktis masih bermasalah bersama Mourinho. Jadi, mungkin Mourinho tak terlalu patah hati dia cedera dan absen melawan Liverpool.

Mourinho yang mampu mengorganisir timnya dengan baik dikritik karena gaya bermainnya dianggap tidak sesuai dengan tradisi klub yang bermain agresif dan menyerang. Tetapi, bukankah dia harusnya dipuji karena berhasil membangung kekuatan Manchester United lagi?

Kenyataannya tim Mourinho tidak terlalu membosankan. Gol Marcus Rashford pada hari sabtu sangat menakjubkan dan pemain seperti Anthony Martial, Juan Mata dan Jesse Lingard menambah indah permainan dengan skill individu mereka.

Jika diurutkan MU adalah tim tertajam keempat musim ini setelah Manchester City, Liverpool dan Tottenham Hotspur. Bahkan Spurs hanya unggul satu gol dari Manchester United hingga pekan ke-30 Liga Inggris. Akan tetapi Tottenham yang banjir pujian telah bermain sangat atraktif dan juga lebih banyak di bahas pers sementara United dikritik.

Walau gol Romelu Lukaku sangat berharga, kita bisa katakan Manchester United dibangun dengan kekuatan tim, organisasi, ketahanan dan kecermerlangan David De Gea. Mungkin kita tidak bisa memandangnya sama seperti Manchester City, Liverpool atau Spurs, tetapi mereka masih tim yang bagus dan manajernya cerdas. Tidak ada dalam peraturan Anda harus memenangkan pertandingan sepakbola dengan cara ini – keindahan sering sekali merupakan perpaduan gaya . Akan membosankan ketika semua tim menggunakan gaya bermain yang sama.

Waktu mungkin yang akan menerima Manchester United kalau mereka adalah tim yang sudah jadi, bukan tim yang kita rasa harus begini atau begitu. (Sumber: espnfc.com)

 

Penulis: Ricky Sulastomo/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini