Duel Antar Lini Persija Jakarta Vs JDT

Sepakbola.com, Jakarta – Duel Persija Jakarta Vs JDT pada laga Grup H Piala AFC 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (10/4) sore, diprediksi berlangsung sengit. Pasalnya kedua tim sama-sama bertekad untuk meraih hasil positif guna mengamankan satu tiket lolos otomatis.

Namun motivasi berlipat ganda justru dimiliki tuan rumah. Ismed Sofyan dan kawan-kawan membawa misi balas dendam usai kalah 0-3 pada pertemuan pertama di Stadion Tan Sri Dato Hasan Yunos, 14 Februari lalu.

Ketika itu Persija tak diperkuat sejumlah pemain pilar karena mementingkan final Piala Presiden. Namun kondisinya kini berbeda, pelatih Persija Stefano ‘Teco’ Cugurra siap membawa pemain terbaiknya untuk menghadapi juara Liga Malaysia tersebut.

Sebelum menyimak kerasnya laga yang akan tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa sore nanti, kami telah menyusun perbandingan kekuatan dari para pemain penting kedua tim di masing-masing lini.

Marko Simic vs Fadhli Sas

Fadhli jadi tumpuan lini belakang Johor untuk menghadapi persija. Apalagi bek tengah asing mereka Marcos Antonio tidak dibawa ke Jakarta karena masih mengalami cedera. Fadhli merupakan bek paling berpengalaman di JDT musim ini, dia kerap tampil lugas dan tidak kenal kompromi.

Sementara bek timnas Malaysia ini akan mendapatkan lawan sepadan yakni Marko Simic. Bila pada pertemua pertama lalu Persija tak diperkuat Marko Simic karena dipersiapkan untuk final Piala Presiden 2018.

Karena itu Marko Simic siap tampil menggila. Apalagi bomber asal Kroasia ini sangat tajam jika bermain di SUGBK. Total lima gol sudah ia lesakkan ketika bermain di Stadion termegah di Indonesia tersebut.

Pelatih JDT, Raul Longhi, mengaku sudah mengetahui kualitas Simic yang disebutnya sebagai striker bagus hingga bisa jadi batu sandungan bagi lini belakangnya termasuk untuk Fadhli Sas.

“Marko Simic tidak tampil saat kami berhadapan di Malaysia, tapi saya tahu ia adalah striker yang bagus untuk Persija. Ia sudah banyak mencetak gol untuk Persija. Kami memang harus mengendalikan situasi ini,” ujar Raul.

Rohit Chand vs Safiq Rahim

Peluang Persija Lolos Grup H
Rohit Chand (Media Persija)

Siapa otak permainan Johor Darul Takzim yang sukses merajai Liga Malaysia dalam beberapa tahun terakhir? Jawabannya Safiq Rahim. Dia piawai dalam memberikan umpan matang ke lini depan.

Bersama JDT musim lalu, dia sukses jadi top assist dengan catatan total 20 kali. Pemain 30 tahun itu juga ada di urutan keenam daftar pencetak gol terbanyak Liga Malaysia musim lalu, dengan sembilan gol. Total, musim lalu dia menorehkan 15 gol di semua kompetisi.

Kontribusinya berlanjut di musim ini. Total sembilan laga yang dijalani bersama pasukan Harimau Selatan, kapten JDT tersebut telah mengoleksi tiga assist.

Sedangkan untuk lawan sepadan Safiq adalah Rohit Chand. Di pertemuan pertama lalu gelandang asal Nepal ini absen. Tentunya Rohit ingin kehadirannya pada laga ini bermanfaat bagi Macan Kemayoran.

Kehadiran Rohit membuat lini tengah Macan Kemayoran saat menyerang dan bertahan cukup seimbang karena kemampuannya dalam menjembatani lini depan dan belakang. Rohit juga sudah melesakkan satu gol untuk Persija musim ini.

Jaimerson vs Hazwan Bakri

Kartu Merah Jaimerson da Silva Xavier Persija Jakarta AFC Cup 2018
Jaimerson [kiri] (foto: Persija.id)
Jorge Pereyra Diaz sang pencetak gol saat menghadapi Persija sudah tidak berada di timnya lantaran mendadak kabur, tepatnya saat JDT akan menghadapi Song Lam. Namun Persija enggan jemawa mengingat JDT juga memiliki penyerang lokal yang berkualitas yakni Hazwan Bakri.

Hazwan sendiri cukup tajam bila bermain di AFC Cup. Total dua gol sudah ia lesakkan. Termasuk saat membobol gawang Persija pada pertemuan pertama.

Namun Persija memiliki palang pintu yang sangat kokoh yakni Jaimerson da Silva. Kehadiran Jaimerson bisa membuat Persija move on dari Willian Pachecho. Selain lihai dalam mengawal lini pertahanan, Jaimerson juga piawai saat membantu barisan serang Macan Kemayoran.

Satu gol melalui tendangan bebas yang dicetak bek asal Brasil itu dalam laga kontra Bali United dan sundulan melawan Arema, membuktikan lini pertahanan lawan juga harus waspada ketika pemain berusia 27 tahun itu maju membantu serangan.

 

Penulis: Aglar Ardha Raja/Editor: Avandi Wiradinata

Komentari Artikel Ini