3 Hal yang Buat Indonesia Lebih Layak ke Final Ketimbang Malaysia

Sepakbola.com, Jakarta – Tim nasional Indonesia U-16 berhasil melaju ke final Piala AFF U-16 usai menumbangkan Malaysia 1-0 pada laga yang digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur (9/8). Satu-satunya gol Indonesia dicetak oleh Amiruddin Bagus melalui titik putih pada menit ke-72.

Tentunya kemenangan ini disyukuri oleh Fakhri Husaini mengingat Garuda acap kali kesulitan ketika bertemu Malaysia. Contohnya Timnas U-19 yang harus gigit jari karena dikalahkan Harimau Muda di semifinal Piala AFF U-19 melalui drama adu penalti.

“Saya ucapkan syukur Alhamdulillah atas kemenangan ini. Sejujurnya, laga ini sangat ketat dan berat, saya pikir Malaysia akan bermain terbuka, namun ternyata mereka bermain sangat bertahan serta kompak. Pertahanan mereka sangat bagus, kami kesulitan membongkar pertahanan mereka,” tutur pelatih Indonesia Fakhri Husaini.

Hasil ini memang tentunya layak bagi Indonesia mengingat ada beberapa faktor hebat yang diciptakan Indonesia sepanjang laga berjalan selama 80 menit lebih.

1. Indonesia Lebih Solid

Timnas Indonesia bisa dibilang memiliki tim yang solid baik saat bertahan maupun menyerang. Beberapa kali Malaysia agak kedodoran ketika Indonesia melakukan serangan. Kecepatan pemain Indonesia juga memang membuat repot pertahanan mereka. Indonesia sukses membuat shoot on target empat kali dari 12 tembakan. Satu berbuah gol dan satu lagi mengenai mistar gawang.

Sementara itu sebaliknya Malaysia agak kesulitan menembus pertahanan Indonesia. Dari statistik selesai pertandingan, tidak ada tembakan langsung mengarah ke gawang yang diciptakan lini serang Malaysia dari lima percobaan ke gawang Indonesia. Ini bukti jika lini serang Malaysia memang tidak terlalu membahayakan Indonesia.

2. Menang Individu Pemain

Secara individu pemain, Indonesia memang sudah lebih unggul dibandingkan Malaysia. Contohnya Bagus Kahfi sang top skor yang sudah mencetak 12 gol di turnamen, dibandingkan Malaysia pemain yang mencetak gol terbanyak hanya berjumlah dua saja.

Tidak hanya pemain depan saja, Indonesia juga memiliki gelandang kreatif dibandingkan Malaysia, kualitas Andre, Brylian dan David Maulana jauh dibandingkan Malaysia. Ini terlihat mereka selalu memenang duel lini tengah.

3. Indonesia Lebih Bugar

Faktor kelelahan jadi salah satu kekalahan Malaysia di laga ini. Ini diakui pelatih Malaysia, Raja Azlan Shah.”Pemain kami letih, tapi mereka sudah tunjukan daya juang tinggi. Gol tadi (penalti) karena adanya kesalahan komunikasi antara bek dan kiper,” ungkap Raja Azlan usai pertandingan.

Indonesia memiliki istirahat lebih lama dibandingkan lawan. Malaysia baru menyelesaikan laga kontra Laos pada 7 Agustus 2018 sehingga hanya punya waktu istirahat dua hari.

Akan tetapi kemenangan ini jangan sampai titik tertinggi Indonesia mengingat masih ada laga final melawan Thailand Sabtu esok.

Komentari Artikel Ini