Aroma Primavera Semakin Kental Di Timnas Indonesia Pasca Asian Games 2018

Sepakbola.com, Cikarang – PSSI menunjuk duet Danurwindo dan Bima Sakti sebagai pelatih untuk partai internasional timnas Indonesia menjamu Mauritius, Selasa (11/9) di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang. Menariknya keduanya dibantu Kurniawan Dwi Yulianto sebagai asisten dan Kurnia Sandy sebagai pelatih kiper.

Empat nama itu punya persamaan menarik, yaitu timnas Primavera yang didirikan pada periode 1993/1994.

Danurwindo merupakan pelatih kala itu. Bima Sakti, Kurniawan Dwi Yulianto maupun Kurnia Sandy merupakan 24 pemain yang terpilih.

Danurwindo membenarkan jika Bima menunjuk Kurniawan dan Kurnia Sandy karena merupakan teman satu almamaternya di Primavera. Menurut Danur itu wajar mengingat mereka sudah saling mengerti satu sama lain.

“Bagaimanapun juga pelatih harus dibantu asisten pelatih yang mengerti di dalam dan luar lapangan. Pada kesempatan ini Bima Saktu merupakan satu almameter dengan eks PSSI Primavera (KDY dan KS),” terang Danurwindo di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Senin (10/9/2018)

“Tapi saya tegaskan bahwa pemilihan ini berdasarkan kualitas. Kurniawan punya hasil bagus setelah mendapat lisensi, dia punya hubungan baik dengan Bima Sakti di dalam dan luar lapangan, begitu juga Kurnia Sandi,” tambahnya.

Terpilihnya mereka tak lepas dari absennya Luis Milla yang hingga kini belum menetapkan diri untuk memperpanjang atau menolak kontrak baru dari PSSI, untuk menukangi timnas Indonesia selama satu tahun ke depan.

“Ya sekali lagi memang kami satu almamater dan itu juga akan mempermudah kami. Saya harap kebersamaan ini jangan sampai di sini saja dan bisa berlanjut di partai timnas selanjutnnya,” tambah Kurnia Sandy saat ditemui terpisah.

PSSI Primavera merupakan salah satu program pembinaan pemain timnas U-19 yang dirintis pada 1993, dengan mengirim skuat ke kompetisi usia muda fenomenal di Italia, untuk persiapan laga Pra-Olimpiade pada 1995. Dan, nama Kurniawan, Kurnia Sandy dan Bima Sakti merupakan beberapa jebolan terbaik dari project tersebut.

Kurniawan dan Kurnia Sandy, bahkan sempat bergabung dengan jajaran skuat muda klub top Serie A era 90an, Sampdoria. Sementara itu, Bima Sakti pernah merumput dengan klub Swedia, FC Helsingborgs. 

Komentari Artikel Ini