Anzhi Makhachkala, Pernah Kaya Raya Kini Merana

Sepakbola.com – Alkisah ada sebuah klub sepak bola Rusia yang kurang dikenal di kawasan Kaukasus Utara. Mereka miskin namun ketika disiram uang tunai, mereka memamerkannya.

Anzhi Makhachkala, yang berbasis di daerah dekat Laut Kaspia, sebelumnya dijalankan oleh miliarder Suleiman Kerimov. Dia menghabiskan jutaan dolar dari 2011 hingga 2013 untuk mendatangkan bintang-bintang mapan seperti Samuel Eto’o dan Roberto Carlos.

Logo klub Anzhi Makachkala


Tapi klub ini berubah dari kaya raya menjadi merana hanya dalam waktu lima tahun, dan mereka kesulitan untuk bertahan hidup. Pemain belum menerima gaji sejak Maret, dan Anzhi dihantam dengan embargo transfer pada hari Kamis (25/10) karena utang mereka kepada mantan pemain.

Kepopuleran Anzhi dimulai ketika terjadinya pengambilalihan klub pada tahun 2011 oleh Kerimov, seorang miliarder dengan koneksi di Kremlin. Kerimov segera mendatangkan Eto’o dari Inter Milan dalam sebuah kesepakatan yang ketika itu dilaporkan membuatnya jadi pemain dengan bayaran tertinggi di dunia.

Roberto Carlos segera bergabung setelahnya. Setelah itu Gelandang Willian dan Lassana Diarra didatangkan, bersama dengan para pemain bintang dari Rusia.

Lassana Diarra, Samuel Eto’o dan Willian, saat memperkuat Anzhi Makachkala di kompetisi UEFA Europa League tahun 2013. [Photo credit:ALEXANDER NEMENOV/AFP/Getty Images)


Kerimov memindahkan markas tim dari Makhachkala ke Moskow untuk alasan keamanan, yang berarti para pemain harus terbang kembali ke Dagestan untuk menjalani pertandingan kandang.

Namun UEFA memutuskan terlalu berbahaya jika mengadakan pertandingan Eropa di Makhachkala. Tim tersebut akhirnya memainkan pertandingan kandang Liga Europa di Moskow. Di luar lapangan, ada apartemen mewah untuk Eto’o di Moskow dan segala tentang Anzhi selalu berhubungan dengan kemewahan.

Tetapi pada Agustus 2013, kesenangan itu berakhir. Sebuah pernyataan di situs Anzhi mengumumkan strategi pengembangan jangka panjang, yang berupa pemotongan anggaran klub dan penjualan para pemain pemain bintang. Eto’o dan Willian akhirnya merapat ke Chelsea. Kerimov tidak pernah menjelaskan dengan pasti mengapa dia menarik pendanaan yang ia kucurkan.

Sejak itu, Anzhi berada dalam gejolak yang nyaris permanen. Klub itu terdegradasi pada akhir musim 2013-14, dan kemudian berhasil promosi lagi, tetapi tak mampu menyelesaikan musim lebih tinggi dari posisi 12 sejak saat itu.

Kerimov memutuskan hubungan dengan klub pada 2016 dan penggantinya Osman Kadiev tampaknya tidak mampu membuat kestabilan di klub itu, yang saat ini duduk di zona degradasi liga Rusia. Sebuah adalah hal yang tidak pernah terbayangkan tujuh tahun lalu. (Sumber: Sportskeeda)

Penulis: Andrie Widyantoro
Editor: Avandi Wiradinata

Komentari Artikel Ini