Schick Tak Ragu Belajar Dari Dzeko

Patrik Schick lebih banyak berperan sebagai striker pelapis dan baru dua kali tampil penuh 90 menit dalam 10 penampilan lintas kompetisi untuk Roma musim 2018-2019.

Sepakbola.com, Roma – Penyerang muda milik AS Roma, Patrik Schick mengaku belajar dari Edin Dzeko. Namun, ia juga tak menyangkal mengalami persaingan yang cukup sengit dengan mantan penyerang Manchester City itu.

Sama seperti musim lalu, Eusebio Di Francesco kembali menerapkan skema satu penyerang di AS Roma pada musim ini. Sebagai penyerang yang lebih berpengalaman dan punya reputasi, Dzeko tentu menjadi pilihan utama di lini depan I Lupi. Meski demikian, Schick yang masih berusia 22 tahun tidak keberatan dan ingin menyerap ilmu dari Dzeko.

“Saya merasa sangat baik, sungguh jadi musim yang bagus bagi saya,” kata Schick kepada SNTV.

“Saya tidak berpikir telah menekan tombol padam di kepala saya. Itu karena saya berlatih dengan baik dan saya merasa lebih baik dibanding musim lalu. Saya belajar banyak dari Edin (Dezko).”

Komunikasi dalam bahasa Ceko

Meski mengakui ada kompetisi untuk bermain di posisi ujung tombak, Schick tetap berteman baik dengan Dzeko. Apalagi Dzeko menguasai lima bahasa yakni Bosnia, Ceko, Jerman, Inggris dan Italia. Itu membuat komunikasi dengan Schick yang berasal dari Republik Ceko menjadi lebih mudah.   

“Kami berdua ingin bermain, jadi tetap ada persaingan antara kami karena hanya satu striker yang akan bermain.”

“Namun, kami berteman baik karena dia berbicara dengan bahasa saya (Ceko). Saya benar-benar senang bermain sebagai striker tetapi segalanya telah berubah menghadapi Barcelona.”

“Saya merasa hebat, saya bekerja untuk tim dan hasil yang dipetik tim sejauh ini cukup baik. Di beberapa laga berikutnya, saya akan berusaha menampilkan apa yang saya bisa, namun itu hanya tergantung pada diri saya. Kita lihat saja,” pungkas mantan penyerang Sampdoria tersebut.

Di musim ini Patrick Schick sudah mengumpulkan 10 kali penampilan di semua ajang bersama AS Roma. Namun, pemain asal Republik Ceko itu baru bisa mencetak sebiji gol. (Sumber: Goal)

Penulis: Hery Kurniawan/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini