UEFA Berpotensi Larang Manchester City Tampil Di Liga Champions

Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengatakan penyelidikan yang dilakukan oleh badan independen akan segera selesai sehingga bisa diambil keputusan.

Sepakbola.com, Manchester – Manchester City berpotensi mendapat larangan bermain di Liga Champions musim depan karena dugaan pelanggaran Financial Fair Play (FFP). Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengatakan penyelidikan akan mendapat kesimpulan segera.

Majalah Jerman Der Spiegel membuat sejumlah laporan tentang City bulan lalu melalui serangkaian artikel berdasarkan dokumen yang konon diperoleh dari Football Leaks.

Laporan Der Spiegel menuduh rezim Syekh Mansour menutupi kesepakatan sponsor jutaan pound dengan perusahaan-perusahaan Abu Dhabi. Ia menggunakan kekayaan pribadi untuk memenuhi ketentuan FFP UEFA.

Tuduhan lebih lanjut menyatakan City mendapat banyak keringanan dalam penyelaisaian pelanggaran FFP ketika mereka dihukum oleh UEFA karena pengeluaran berlebih pada tahun 2014. 

Juara Premier League menepis segala tudingan dan mengatakan itu hanya upaya terorganisir untuk merusak reputasi klub.

Lolos hukuman pada 2014

UEFA mengatakan segera setelah itu, mungkin akan membuka kembali penyelidikan jika lebih banyak informasi tersedia. Pada pekan ini Ceferin menyatakan kasus City adalah hal yang konkret. Dengan temuan yang diperkirakan akan didapatkan, laporan media yang mengatakan Manchester City bisa di larang bermain di Liga Champions bisa terjadi.

“Kami sedang menilai situasi,” katanya kepada wartawan di Dublin dikutip dari sportskeeda.com (4/12/2018). “Kami memiliki badan independen yang mengerjakannya. Segera Anda akan mendapat jawaban tentang apa yang akan terjadi dalam kasus konkrit ini.”

Presiden FIFA Gianni Infantino merupakan sekretaris umum UEFA pada saat penyelesaian FFP tahun 2014 dan membela kesimpulan yang dicapai dengan City dan raksasa Ligue 1 Paris Saint-Germain.

“Tujuan kami di UEFA selalu menjaga klub-klub bersama kami, bukan untuk mengusir mereka, jadi Anda bernegosiasi dan mencari solusi. Itu tugas saya sebagai sekretaris jenderal,” katanya kepada media Swiss Blick bulan lalu.

“Faktanya adalah, dalam sejarah FFP, 30 pelanggaran telah terdeteksi. Semua, kecuali satu klub ada perjanjian – perjanjian dan negosiasi secara tegas diizinkan.” Tambahnya. (Sumber: sportskeeda.com)

Penulis: Ricky Sulastomo/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini