Badan Doping Rusia Terancam Kena Hukuman Lagi

Sepakbola.com, Moscow – Moscow dan Badan Anti-Doping Dunia (WADA) sedang membahas tanggal bagi para ahli WADA untuk mengunjungi dan menerima data laboratorium badan anti doping Rusia, kata menteri olahraga negara tersebut pada hari Sabtu (29/12).

Badan anti-doping Rusia (RUSADA) di ambang terkena skors lagi setelah akreditasi mereka sempat dicabut akreditasi 2015, saat WADA menemukan bukti doping yang disponsori negara secara besar-besaran di atletik Rusia.

Rusada dengan syarat – dan kontroversial – mendapatkan lagi ancaman skors pada bulan September jika otoritas kehakiman tidak menyerahkan data laboratorium pada akhir tahun. Itu akan membuat mereka kehilangan statusnya, meningkatkan prospek Rusia di skors dari Olimpiade kedua berturut-turut dan cabang atletiknya di internasional dibekukan.

Menteri olahraga Rusia, Pavel Kolobkov mengatakan kementeriannya telah menerima surat dari presiden WADA, Craig Reedie, yang menguraikan opsi untuk mengatur proses menyalin data dari laboratorium anti-doping Moscow dan menentukan peralatan yang akan digunakan.

Satu tim WADA kembali dari Moscow dengan tangan kosong bulan ini setelah pihak berwenang Rusia mengatakan peralatan mereka tidak disertifikasi berdasarkan hukum Rusia. WADA mengatakan Compliance Review Committee akan melihat laporan timnya ketika bertemu pada 14-15 Januari di Montreal.

“Secara paralel kami terus melakukan upaya untuk mengambil data lab dan dengan demikian kami tetap berhubungan dengan pihak berwenang Rusia dalam hal itu,” kata juru bicara Compliance Review Committee melalui email pada hari Sabtu.

Kolobkov mengatakan Komite Investigasi Rusia yang memegang data untuk penyelidikan sendiri, telah menyetujui peralatan yang akan digunakan. Dia mengatakan WADA dan Rusia saling pengertian dalam masalah ini, menambahkan: “Kami saat ini sedang membahas tanggal untuk kunjungan berikutnya.”

Rusia dilarang berkompetisi di Olimpiade Pyeongchang tahun ini oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) setelah terbukti menjalankan skema doping yang disponsori negara pada Olimpiade 2014 di kota Sochi, Rusia. Namun, beberapa orang Rusia yang tidak memiliki sejarah doping diundang untuk bersaing dengan status netral (tidak mewakili negara). Federasi atletik dunia, IAAF, juga telah membersihkan nama sejumlah atlet Rusia untuk bersaing di kancah internasional dengan status netral.

Moskow membantah terlibat dalam doping yang disponsori negara tetapi mengakui beberapa masalah dalam penegakan peraturan anti-doping. Kepala RUSADA, Yuri Ganus mendesak Presiden Vladimir Putin minggu ini untuk memastikan data laboratorium diserahkan kepada WADA untuk mencegah Rusia diisolasi lebih lanjut di panggung olahraga global. (Sumber: espnfc.com)

Komentari Artikel Ini