Komdis PSSI Beri Hukuman Berat Pada Hidayat

Sepakbola.com, Jakarta – PSSI tidak main-main dan tebang pilih terhadap oknum yang melakukan match fixing. Ya, anggota komite Eksekutif PSSI, Hidayat mendapatkan hukuman berat dari Komite Disiplin PSSI.

Hukuman ini diberikan karena Hidayat diduga terlibat dalam kasus pengaturan skor. Ini setelah Manajer Madura FC, Januar Herwanto, menyebut Hidayat meminta timnya agar mengalah dari PSS Sleman di Liga 2.

Dalam hukuman yang diberikannya pada beberapa hari yang lalu, pria yang juga bekerja sebagai dosen mendapatkan tiga hukuman. Hukuman pertama larangan beraktivitas dalam kegiatan sepakbola selama 3 tahun.

Tidak hanya itu, Hidayat juga tidak boleh memasuk area stadion selama dua tahun dan hukuman denda sebesar Rp. 150.000.000.

Sebelumnya demi menjaga marwah dan kehormatan PSSI, Hidayat resmi mundur dari jabatannya sebagai anggota Exco PSSI. Pria asal Jawa Timur ini mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (12/3) di Hotel Sultan, Jakarta.

Hidayat mengatakan bahwa pilihan ini adalah yang terbaik dan ia tidak ingin ada beban moral dalam dirinya maupun PSSI. Persoalan yang tengah menimpa dirinya saat ini sedang dalam penanganan Komite Disiplin PSSI. Dengan mundurnya Hidayat, jumlah Exco PSSI menjadi 14 orang.

“Saya merenung setelah melihat proses, ada fakta yang saya pahami. Saya pikir, saya tidak perlu menunggu proses itu. Komdis biar berjalan, saya tinggalkan status saya sebagai anggota Exco, saya minta disidang sebagai Hidayat,” kata Hidayat.

Saat ini, PSSI terus berperang melawan match fixing atau segala macam pengaturan skor dalam sebuah pertandingan. PSSI pun berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk memberantas praktek-praktek semacam ini.

Komentari Artikel Ini