Kemenangan Belum Meredakan Gejolak Di Bayern Munchen

Sebelumnya menang lawan werder Bremen di spieltag 13, Bayern Munchen mengalami satu kekalahan dan dua hasil imbang di tiga laga Bundesliga.

Sepakbola.com, Munich – Kemenangan pertama Bayern Munchen dalam empat pertandingan terakhir Bundesliga hanya berdampak kecil untuk meredakan gejolak di klub ini. Pasukan Niko Kovac menang dengan skor tipis 2-1 di kandang Werder Bremen, Sabtu (1/12/2018). 

Presiden Bayern Uli Hoeness menjadi target kemarahan suporter, menghadapi kritik, ejekan dan nyanyian miring. Para suporter memperlihatkan ketidaksetujuan mereka terhadap perseteruan dengan Paul Breitner, kesepakatan sponsorship klub dengan Qatar, kritiknya terhadap media dan omelan Hoeness kepada mantan pemain dan pelatih.

Hoeness yang dikritik dengan bendera Korea Utara bersamaan dengan kata-kata “bukan presiden saya” di Annual General Meeting (AGM) memberi balasan pada hari Minggu.

“Saya tidak pernah mengalami hal seperti ini. Saya berharap itu tidak terjadi lagi, jika tidak, itu bukan lagi FC Bayern saya,” kata Hoeness dikutip dari sportskeeda.com (3/12). “Ini sesuatu yang tidak saya terima. Malam ini tidak akan berlalu tanpa meninggalkan jejaknya.”

Hoeness yang berusia 66 tahun menggandakan kritiknya pada Breitner yang dalam beberapa pekan terakhir disebut tidak akan diterima lagi di Bayern Munich.

“Dia dijadikan seolah-olah martir. Paul Breitner bukan korban, tetapi pelakunya,” kata Hoeness, yang mengatakan mantan gelandang Bayern tersebut menerima komisi hampir senilai 2 juta euro dari klub sebelum kesepakatan mereka berakhir.

Breitner mengkritik klub di Bavarian TV usai menyerang media pada pertengahan Oktober karena liputan negatif menyusul serangkaian hasil buruk dan dia menyebutkan orang-orang harus malu dengan Hoeness. Breitner menerima dukungan setelah komentarnya tersebut.

“Paul Breitner mengatakan apa yang dipikirkan banyak orang dan Anda harus menerima sesuai hukum dasar kebebasan berpendapat,” kata penggemar Bayern Johannes Bachmayr di AGM. Tetapi bagi presiden, kata-kata Breitner merusak FC Bayern.

“Itu sebabnya kami menyuruhnya dia tidak datang ke area VIP lagi,” kata Hoeness. “Jika dia punya masalah dengan kita, dia harus mengatakannya sendiri, bukan melalui pers. Itu yang membuat kami sangat kesal.”

Janjikan agresif di bursa transfer

Selain mengkritisi Breitner lagi, Hoeness juga menyarankan winger veteran Franck Ribery dan Arjen Robben pergi pada akhir musim. Ia juga menjanjikan aktivitas transfer intensif untuk menyegarkan skuat yang kesulitan di bawah Niko Kovac.

Bayern sembilan poin di belakang Borussia Dortmund setelah 13 pertandingan dan harapan meraih rekor gelar ketujuh beruntun memudar.

“Kami mendapatkan pemsukan uang daripada membelanjakannya musim ini. Ada alasan untuk itu, karena kontrak Franck dan Arjen habis,” kata Hoeness. “Kami akan sangat, sangat, sangat agresif di bursa transfer. Minumannya sudah terisi penuh.”

Presiden Bayern, yang juga memiliki pabrik sosis di Nuremberg, menjalani hari-hari terberatnya di klub ini sejak kembalinya bebas pada November 2016 usai menjalani separuh hukuman di penjara (42 bulan) karena penggelapan pajak. Hoeness melepas perannya karena terlibat kasus tersebut pada Maret 2014.

Hoeness, mantan pemain depan yang bermain untuk Bayern dan Jerman Barat sebelum dia pensiun pada usia 27 tahun karena masalah lutut kronis, membantu klub menjadi raksasa finansial usai beralih ke manajemen pada 1979.

Jumat ini Bayern mengumumkan rekor finansial mereka untuk musim 2017-18, pendapatan mereka mencapai 657,4 juta euro (sekitar Rp10,4 triliun). Ini sebuah anomali dalam sepakbola Eropa untuk klub yang dililit utang.

Untuk pertama kalinya pada hari Minggu, Hoeness mempertimbangkan mundur selangkah dari klubnya.”

“Saya akan menjalani minggu dan bulan depan dengan tenang melihat perkembangannya,” kata Hoeness. “Saya akan mempertimbangkan dengan hati-hati apa yang saya inginkan dan apa yang tidak saya inginkan,” tambahnya. (Sumber: sportskeeda.com)

Penulis: Ricky Sulastomo/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini