Tanggapan Resmi LaLiga Soal Keputusan UEFA Gulirkan Tiga Kompetisi Antar-Klub Eropa

LaLiga menuntut UEFA mengambil langkah yang lebih demokratis dan pendekatan inklusif sebelum kompetisi antar-klub Eropa yang saat ini disebut UEL2 benar-benar bergulir.

Sepakbola.com, Madrid – Menurut LaLiga dan liga-liga Eropa lainnya, rencana EUFA untuk kompetisi antar-klub dapat mengancam sepak bola Eropa di masa depan. Diskusi yang lebih mendalam antar seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk menghindari sistem yang tidak adil dan dapat membahayakan fondasi sepak bola Eropa, yaitu klub-klub dan liga-liga kecil.

Di awal bulan ini, UEFA telah menyetujui UEL2, kompetisi baru di sepak bola eropa yang akan mulai dijalankan pada tahun 2021 dengan 32 klub utama dari liga-liga berperingkat rendah. Dengan adanya kompetisi baru ini, maka total klub yang akan bermain di turnamen kontinental akan meningkat dari 80 menjadi 96 klub.

Rencana ini memiliki dampak yang besar terhadap masa depan sepak bola di Eropa, oleh kerena itu hal ini harus didiskusikan lebih lanjut. Isu paling krusial yang sejauh ini diabaikan yaitu menyangkut masa depan klub dalam jangka panjang, jadwal pertandingan, hak siar, keseimbangan kompetitif dalam liga domestik, maupun hubungan antara liga domestik dan kompetisi Eropa.

“Saat liga-liga di Eropa telah menerima saat kompetisi antarklub kasta ketiga diperkenalkan, UEFA tidak dapat membuat keputusan ini secara terpisah dari liga-liga yang terkena dampak dari keputusan ini,” ujar Javier Tebas, Presiden LaLiga.

“Liga 2 Eropa akan memberikan tekanan yang lebih besar kepada klub-klub yang lebih kecil, yang saat ini menjadi contoh persaingan sehat dan pertumbuhan sepak bola Eropa. Hal ini akan menciptakan kesenjangan yang lebih besar antara liga-liga yang
mendapatkan keuntungan dari sepak bola Eropa dan mereka yang tidak.”

LaLiga mengajak semua pihak untuk berunding kembali, mulai dari liga-liga di Eropa, UEFA, dan pihakpihak lainnya yang terlibat, untuk memastikan agar semua aspek dapat diperhatikan sebelum UEL2 dan seluruh model Kompetisi Klub UEFA (UEFA Club Competitions / UCC) dijalankan.

Liga-liga di Eropa dan Asosiasi Liga Sepak Bola Profesional Eropa telah mengajukan usulan lengkap untuk UCC, termasuk masukan mendetail untuk meningkatkan distribusi akses dan pendapatan Liga Champions (UCL), Liga Eropa UEL, dan Liga 2 Eropa yang terbaru (UEL2). Terkait hal ini, masing-masing liga menekankan pentingnya daftar akses baru yang lebih inklusif serta model distribusi pendapatan terbaru di mana solidaritas merupakan hal yang harus diperhatikan demi mengembalikan serta mendukung keseimbangan kompetitif dalam kompetisi domestik.

Tuntun kompensasi tambahan untuk non-kontestan

Liga-liga di Eropa mengajukan peningkatan pembayaran solidaritas dari 7% menjadi 20% untuk klub-klub yang tidak berpartisipasi dalam kompetisi-kompetisi di Eropa serta klub-klub dan federasifederasi kecil. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keberlanjutan jangka panjang dan mengurangi dampak buruk terhadap klub-klub yang tidak berpartisipasi.

Meskipun UEFA menyatakan penolakan untuk mengganti daftar akses untuk UCL, liga-liga di Eropa tetap mengusulkan daftar akses yang lebih terbuka dan inklusif, serta panduan yang lebih jelas mengenai jadwal pertandingan, dengan memberikan prioritas kepada kompetisi-kompetisi domestik.

Sebagai fase awal dari kompetisi sepak bola Eropa manapun, liga-liga domestik harus menjadi yang utama. Kehadiran kompetisi-kompetisi baru, tanpa rencana yang matang, akan mempengaruhi keberadaan liga-liga domestik ini.

Selain itu, mengingat keputusan yang akan datang mengenai model pendapatan, usulan yang diajukan oleh liga-liga di Eropa juga menyinggung penyesuaian signifikan untuk pendapatan yang didistribusikan diantara kompetisi-kompetisi. Hal ini untuk menghindari dana berlebih yang dialokasikan untuk partisipan Liga Champions dan menghapuskan model koefisien lampau yang secara tidak adil memprioritaskan prestasi-prestasi di masa lalu dibandingkan dengan hasil yang dicapai saat
ini.

“Sangat penting untuk meninjau bagaimana pendapatan didistribusikan di keseluruhan model UCC, termasuk distribusi keuangan Liga Champions,” ujar Tebas. “Melalui diskusi lebih lanjut, model kompetisi sepak bola di Eropa yang lebih inklusif dan demokratis dapat diciptakan, sehingga dapat menghasilkan stabilitas ekonomi dan keseimbangan kompetitif dari liga-liga nasional. Hal ini merupakan salah satu tantangan besar yang dihadapi saat ini di seluruh benua, dan apabila hal ini tidak ditangani secara tepat, maka akan timbul konsekuensi yang merugikan untuk jangka waktu yang panjang.” (Sumber: Rilis media LaLiga)

Komentari Artikel Ini