Apakah Higuain Jawaban Masalah Produktivitas Chelsea?

Sepakbola.com, London – Selama jendela transfer musim panas tahun lalu Chelsea memperkuat beberapa posisi, namun yang mengejutkan tidak ada nama baru di lini depan padahal Alvaro Morata dan Olivier Giroud kesulitan musim sebelumnya.

Sejauh musim ini hingga pengujung Januari 2019, The Blues kesulitan mencetak gol. Mereka pun meminjam Gonzalo Higuain dari Juventus selama 18 bulan dengan opsi permanen. Tapi, apakah pemain Argentina berusia 31 tahun ini bisa menjadi solusi masalah Chelsea di sisa musim ini? Untuk menjawab pertanyaan itu, kita harus lihat beberapa hal.

Penyebab masalah

Apa masalah Chelsea dalam mencetak gol? Beberapa pundit menyalahkan sistem Maurizio Sarri, Sarriball. Namun, menurut situs resmi Premier League, Chelsea salah satu pencipta peluang terbanyak, berikut datanya:

Manchester City – 63 peluang

Chelsea – 52 peluang

Liverpool – 44 peluang

Arsenal – 44 peluang

Tottenham – 41 peluang

Manchester United – 39 peluang

Statistik resmi ini menunjukkan Chelsea di tempat kedua dalam jumlah menciptakan peluang. Oleh karena itu, kita bisa membuang pendapat cara Sarri penyebab masalah produktivitas Chelsea.

Tapi, ada alasan Chelsea kesulitan mengonversi peluang menjadi gol yaitu karena kurangnya tajamnya finisher mereka. Faktanya tingkat konversi peluang (menjadi gol) Chelsea adalah yang terendah di antara 6 klub teratas, di angka hanya 0,7. Statistik para pemain di lini serang The Blues sebagai berikut:

Morata (CF) – 16 pertandingan, 5 gol

Giroud (CF) – 18 pertandingan, 1 gol, 4 assist

Hazard (LW, CF) – 22 pertandingan, 10 gol, 10 assist

Pedro (LW, RW) – 19 pertandingan, 7 gol, 1 assist

Willian (LW, RW) – 22 pertandingan, 3 gol, 3 assist

Konsekuensi masalah

Ada sejumlah konsekuensi negatif dari masalah ini. Pertama, meskipun Chelsea berada di posisi ke-4 klasemen Premier League, dan ke-2 dalam menciptakan peluang, jumlah gol mereka tetap paling sedikit di antara 6 klub teratas dengan 40 gol setelah 22 pertandingan Premier League.

Selain kurangnya ketajaman di lini depan, The Blues juga kesulitan melakukan penetrasi di pertahanan lawan menerapkan garis belakang cukup dalam. Chelsea pun kerap kehilangan poin di pertandingan yang sebenarnya mereka dominasi.

Contoh kasus tersebut adalah hasil imbang Chelsea melawan West Ham, Southampton, Everton, dan kekalahan lawan Leicester City di kandang.

Apakah Higuain solusinya?

Higuain tampil buruk dengan AC Milan, tetapi kualitas individualnya dianggap jauh lebih baik dari rekan-rekannya di sana dibandingkan dengan rekan-rekannya di Chelsea.

Selain itu, Higuain sudah akrab dengan Sarriball karena pernah dilatih Sarri di Napoli, dan pada musim 2015/16 dan mencetak 38 gol dalam 42 pertandingan. Karenanya Higuain harusnya tak butuh waktu lama untuk beradaptasi dan membiasakan diri dengan taktik Sarri.

El Pipita sudah berkali-kali membuktikan dia memiliki mental yang kuat, berhasil menunjukkan kualitas dan mencetak gol secara konsisten saat dia bermain untuk tim yang tepat.

Meskipun Gonzalo pilihan terbaik Chelsea untuk jangka pendek, dalam jangka panjang mereka perlu menemukan striker baru. Seperti yang disebutkan di atas, pemain Argentina ini masih memiliki kemampuan bermain untuk tim papan atas, tetapi dia sudah berusia 31 tahun dan konfisi fisiknya juga tak lama lagi menurun untuk mengarungi kerasnya kompetisi Premier League. (Sumber: sportskeeda.com)

Penulis: Ricky Sulastomo
Editor: Avandi Wiradinata

Komentari Artikel Ini