Investigasi Dugaan Kasus Pemerkosaan Ronaldo Berlanjut, Polisi Las Vegas Diperintahkan Tes DNA

Sepakbola.com, Nevada – Penegak hukum Nevada yang menyelidiki tuduhan pemerkosaan dengan terduga Cristiano Ronaldo, mendapat surat perintah untuk uji sampel DNA pemain Juventus tersebut. Hal ini diungkapkan salah seorang pengacara CR7, namun pihaknya menolaknya karena dianggap sebagai permintaan yang sangat standar.

Polisi telah mengirim surat perintah kepada pihak berwenang di Italia, menurut The Wall Street Journal yang pertama kali melaporkan mengenai surat perintah itu tersebut.

Penyidik menggunakan sampel DNA untuk membuka kembali tuduhan seorang wanita Amerika, Kathryn Mayorga yang mengatakan Ronaldo memperkosanya di kamar hotel Las Vegas pada 2009 dan kemudian membayarnya 375.000 USD (sekitar Rp5,2 miliar) untuk tutup mulut.

“Mr Ronaldo selalu menyatakan apa yang terjadi di Las Vegas pada tahun 2009 bersifat konsensual, sehingga tidak mengherankan DNA pasti ada, atau polisi akan membuat permintaan yang sangat standar ini sebagai bagian dari investigasi,” kata salah seorang pengacara Ronaldo, Peter Christiansen dikutip dari stuff.co.nz (10/1)

Ronaldo dan pengacaranya berulang kali membantah tuduhan yang muncul sejak bulan Oktober 2018 ini, dan pada satu titik pengacaranya mengancam menuntut sebuah majalah Jerman, selaku media pertama yang mempublikasikan tuduhan Mayorga.

Majalah tersebut adalah Der Spiegel, yang mengatakan memperoleh dokumen rahasia terkait dengan kasus ini, dan adanya pembayaran untuk menyelesaikannya kasus dari whistleblower Football Leaks.

Ronaldo yang sekarang berusia 33 tahun merupakan bintang di Manchester United ketika dia bertemu Mayorga yang sekarang sudah berusia 35 tahun. Ketika itu pada 13 Juni 2009 di sebuah klub malam Las Vegas pada 2009, Ronaldo disebut mengundangnya ke kamar menurut keterangan Mayorga.

Menurut laporan gugatannya, Mayorga melaporkan tindakan tersebut ke polisi pada hari itu juga dan kemudian dilakukan pemeriksaan medis.

Polisi Las Vegas mengakui adanya laporan Mayorga dan juga pemeriksaan medis, tetapi polisi mengatakan dia tidak menyebut nama terduganya saat itu. Kasus ini dibuka kembali atas permintaan Mayorga pada bulan September.

Surat perintah tes DNA muncul dua hari setelah seorang wanita bernama Jasmine Lennard, yang merupakan seorang model di Inggris dan bintang televisi, menuliskan semua hubungannya dengan Ronaldo. Dia menuduh bintang Juventus itu melakukan perilaku kekerasan melalui postingan di Twitter. (Sumber: stuff.co.nz)

Penulis: Ricky Sulastomo
Editor: Avandi Wiradinata

Komentari Artikel Ini