Manchester City Kemungkinan Diusir Dari Liga Champions Karena Financial Fair Play

Sepakbola.com, Manchester – Musim Manchester City terbilang mengesankan sampai saat ini. Mereka kembali ke jalur kemenangan dan menjadi salah satu penantang gelar usai mengalahkan Liverpool. Sebelumnya, mereka sudah lolos ke babak 16 Besar Liga Champions usai jadi juara grup. Tapi masa depan The Cityzens di Eropa tidak seindah itu karena masalah Financial Fair Play.

Menurut laporan, klub yang dimiliki UEA ini bisa disingkirkan dari Liga Champions UEFA jika terbukti bersalah melanggar Peraturan Financial Fair Play. Larangan ini dapat diberlakukan atas dasar kesepakatan sponsor yang telah dilakukan pemilik Manchester City dengan Etihad Airlines.

Saat ini, masalah tersebut dilihat oleh UEFA dan Premier League. Kepala Badan Kontrol Keuangan Klub Eropa, Yves Leterme, mengatakan:

“Jika benar apa yang telah ditulis, mungkin ada masalah serius. Ini dapat mengarah pada hukuman terberat: disisihkan dari kompetisi UEFA. Jika informasi itu benar, ini mungkin bertentangan dengan laporan yang benar. Aturan FFP didasarkan pada sistem deklarasi, tiga bulan setelah klub menutup buku, mereka harus menyetor laporan keuangan. Kemudian kami melakukan pemeriksaan pada kebenaran angka-angka itu. Akun tersebut diperiksa dan disetujui secara internal dan eksternal.”

Menurut laporan dari majalah Jerman Der Spiegel dan berdasarkan bukti dari dokumen Football Leaks, pemilik City diduga mendanai penawaran sponsor mereka sendiri agar tetap terhindari dari peraturan FFP.

Abu Dhabi United Group perusahaan induk pemilik City, langsung membayar 59,5 juta poundsterling (sekitar Rp1,03 triliun) dari sponsor tahunan Etihad, tetapi hanya 8 juta poundsterling yang berasal dari maskapai asal Timur Tengah tersebut.

Sampai saat ini, City memiliki sejarah melanggar peraturan FFP sejak diambil alih pengusaha Emirat. mereka harus membayar denda besar 49 juta euro pada tahun 2014 karena melanggar regulasi tersebut. (Sumber: sportskeeda.com)

Penulis: Ricky Sulastomo/Editor: Avandi Wiradinata

Komentari Artikel Ini