Cavani Buka Kemungkinan Akhiri Karier Di Liga Uruguay

Striker Uruguay Edinson Cavani memastikan akan menyelesaikan kontraknya di Paris Saint-Germain yang akan habis pada Juni 2020.

Sepakbola.com, Paris – Penyerang andalan Paris Saint-Germain, Edinson Cavani membuka kemungkinan untuk mengakhiri karier di Uruguay. Cavani kemungkinan akan melakukan hal itu saat kontraknya di PSG habis pada musim panas 2020 mendatang.

Cavani, memulai kariernya dengan Danubio yang berbasis di Montevideo alias ibu kota Uruguay. Ia bergabung dengan PSG dari Napoli pada 2013 dan kemudian menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim berjuluk Les Parisiens tersebut.

“Saya sangat santai. Bagi saya di sepakbola, segalanya bisa berubah,” kata Cavani setelah ia sukses mencetak hat-trick dalam kemenangan 9-0 PSG atas Guingamp, pada Sabtu (19/1/2019) waktu Prancis lalu.

“Seperti yang telah saya katakan berkali-kali, keputusan tidak hanya bergantung pada saya sebagai pemain.”

“Seperti yang saya katakan ketika berbicara tentang kontrak saya, saya memiliki kontrak hingga tahun 2020 dengan PSG. Saya ingin pindah saat kontrak saya berakhir di PSG. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi setelahnya.”

“Anda dapat berbicara tentang jendela transfer, semua itu normal, tetapi saya memiliki kontrak saya dan saya akan menghormati kontrak saya.”

Pikirkan pulang ke Uruguay

Ditanya oleh RMC Sport tentang kemungkinan, Cavani mengakhiri karier di Uruguay, ia menambahkan: “Saya tidak tahu apakah saya akan menyelesaikan kontrak saya dan kembali ke negara saya.

“Sebenarnya itu adalah sesuatu yang juga saya pikirkan.”

“Saya hampir berusia 32 tahun. Kembali ke negara itu, untuk bersama keluarga saya, kerabat saya – tentu saja saya memikirkannya,” tandas pemain berjuluk El Matador itu.

Selama berkelana di Eropa, Cavani sempat memperkuat tiga tim yakni Palermo, Napoli, dan Paris Saint-Germain. Selama ini, pemain yang identik dengan rambut gondrong itu dikenal sebagai salah satu penyerang paling tajam yang saat ini beredar. (Sumber: Four Four Two)

Penulis: Hery Kurniawan/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini