3 Faktor Pemicu Kekalahan Memalukan Chelsea Di Kandang Manchester City

Kekalahan memalukan Chelsea di kandang Manchester City menjadi catatak kekalahan terburuk The Blues sejak era Premier League dimulai pada musim 1992-1993.

Sepakbola.com, Manchester – Secara mengejutkan Chelsea kalah 0-6 di tangan Manchester City, Minggu (10/2/2019). Lebih ironis, karena pekan sebelumnya Chelsea tampak bangkit setelah kekalahan 0-4 di kandang Bournemouth. Eden Hazard dkk menang telak 5-0 atas Huddersfield di pekan ke-25.

Sayang, ketika bertandang ke Etihad Stadium, pasukan Sarri dipermalukan Cityzens dengan skor 6-0, Chelsea benar-benar tak berdaya di sini. Aguero mencetak hattrick, Raheem Sterling dua gol dan satu lagi dari Ilkay Gundogan. Mengapa ini bisa terjadi? berikut tiga alasannya menurut kami.

[VIDEO] CUPLIKAN GOL Manchester City 6-0 Chelsea: Aguero Hattrick, Cityzens Naik Ke Puncak Klasemen

1.Passing sempurna Manchester City

Saat konferensi pers sebelum pertandingan Sarri mengatakan City tim terbaik di Eropa dan mereka menunjukkan kepada dunia betapa kejamnya mereka. Pertandingan ini merupakan penghargaan yang pantas untuk Guardiola yang mengubah Manchester City menjadi tim dengan passing sempurna dan sangat dominan di lini tengah. Ini mengingatkan para penggemar sepak bola masa-masa kejayaan Barcelona di bawah kepemimpinan Guardiola.

Sejak awal, City kompak sebagai tim dan melakukan segalanya dengan sempurna. Mereka melakukan pressing ketat dan menutup jalur passing Jorginho dengan mudah. Chelsea kesulitan beradaptasi dan menyerah dengan terpaksa. Para pemain City berlari mengitari pertahanan Chelsea di sayap kiri saat Cesar Azpilicueta dan Antonio Rudiger tidak punya strategi menghadapi permainan City.

John Stones dan Aymeric Laporte melakukan pekerjaan mereka dengan sempurna dan Fernandinho dalam performa terbaiknya. Dengan performa ini, Manchester City mengirim pesan yang jelas kepada rival mereka, Liverpool dan Guardiola akan sangat senang dengan gaya sepakbola yang dipamerkan timnya.

2.Respons Chelsea minim

 

Kekalahan memalukan Chelsea di kandang Manchester City.
Kekalahan memalukan Chelsea di kandang Manchester City terjadi karena kreativitas linitengah mati setelah Jorginho dibuat tak berkutik.

Setiap Chelsea mengalami kekalahan di liga musim ini, Sarri terus-menerus berbicara soal kelemahan mental dan pemain yang cepat menyerah. Kurangnya mental ini menyulitkan Chelsea lagi dan mereka tampak tersesat di lapangan setelah Aguero mencetak gol kedua.

Wajar sedikit kesal ketika lawan bermain sangat baik, tetapi di pertandingan ini, para pemain Chelsea bahkan tidak pernah menciptakan peluang yang layak di kotak penalti dan tidak bisa dimaafkan di pertandingan selevel ini. Jorginho yang banyak dikritisi sekali lagi mendapat tekanan hebat dari gelandang lawan. Tanpa kontribusi Jorginho, Chelsea tidak akan ke mana-mana dengan gaya bermain menyerang mereka dan akhirnya kehilangan bola dengan mudah di lini tengah.

Hanya ada sedikit pergerakan bola dari Chelsea ke depan. Bahkan pada babak pertama, seluruh tim Chelsea tampak tidak bernyawa. Mereka bermain sedikit lebih baik di babak kedua tetapi pada saat itu, misi City mempermalukan mereka sudah selesai.

3.Sarri-ball

Strategi Maurizio Sarri yang kaku menjadi salah satu pemicu utama Kekalahan memalukan Chelsea di kandang Manchester City.
Strategi Maurizio Sarri yang kaku menjadi salah satu pemicu utama Kekalahan memalukan Chelsea di kandang Manchester City.

Tak ada manajer di level top sepakbola Eropa yang bersikeras memainkan gaya sepakbola tertentu sekuat Sarri. Ketidakmampuannya beradaptasi menjadi salah satu penyebab Chelsea hancur di tangan Manchester City.

Ketika bermain melawan tim yang dikelola oleh seorang jenius seperti Guardiola, tidak memiliki rencana cadangan (plan B) sama sekali bunuh diri. Sarri membayar mahal untuk kurangnya strategi. Sistem Sarri sangat bergantung pada Jorginho dan begitu Manchester City membuatnya tak berdaya, Chelsea tak punya opsi lain. The Blues kesulitan menggerakkan bola ke Eden Hazard dan Gonzalo Higuain.

Chelsea membuat kesalahan taktis dengan memilih Marcos Alonso yang tidak punya kecepatan dan kreativitas, memberikan pergerakan yang tumpang tindih di sayap kiri. Koneksinya dengan N’Golo Kante membuat kita heran dan dia bisa menjadi gelandang bertahan di babak kedua untuk meminimalisir serangan bahaya yang diciptakan City. Bila Sarri tidak mengubah strateginya sesuai lawan yang dihadapi, bukan tak mungkin jalan manajer baru musim panas ini akan kembali terbuka. (Sumber: sportskeeda.com)

Penulis: Ricky Sulastomo/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini