Dirut Persija Langsung Ambil Langkah Penting Pasca Gede Widiade Hengkang

Enam personel lain yang menempati posisi cukup strategis juga mundur menyusul langkah direktur Persija Jakarta Gede Widiade.

Sepakbola.com, Jakarta – Manajemen Persija Jakarta telah mengumumkan Kokoh Alfiat sebagai Direktur Utama setelah mundurnya Gede Widiader. Dirut langsung mengambil langkah penting, di antaranya terkait kepastian fasilitas tim seperti tempat latihan dan juga kandang.

Kokoh memastikan Persija masih menggunakan lapangan Sutasoma, Halim Perdanakusuma, sebagai tempat latihan. Hingga kini masih belum ada perubahan jelang keberangkatan ke Australia untuk menjalani laga babak kedua kualifikasi Liga Champions Asia 2019.

“Untuk lapangan latihan, sampai sekarang belum ada pemberitahuan perubahan. Jadi saya tidak bisa memastikan apakah pindah atau tidak. Nanti kalau ada pemberitahuan Persija tidak boleh berlatih di Halim, berarti sebagai pengurus baru kami bertanggung jawab untuk mencari lapangan yang baru,”ujarnya.

Sementara untuk kandang, mantan Direktur Keuangan PT Liga Indonesia ini juga akan mengupayakan agar Persija tetap menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai home base. Ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkan itu.

“Pertama kaitannya dengan Persija bermain di GBK, tentu Persija ingin bermain di GBK. Kami akan usahakan untuk berkandang di GBK karena kandang Persija memang sebaiknya di Jakarta. Sebagai pengurus baru, pasti kami akan mengupayakan hal tersebut,” tambahnya.

Koordinasi seluruh elemen

Kokoh juga sudah berkoordinasi dengan semua stakeholder Persija, mulai dari elemen tim, panitia pelaksana pertandingan, dan manajemen.

“Elemen pertama adalah tim. Saya sudah berkoordinasi dengan manajer tim, dan alhamdulilah Pak Ardhi [Tjahjono] memberikan dukungan kepada saya dan hari ini mereka berangkat ke Australia untuk pertandingan kualifikasi Liga Champions Asia. Kami semua berdoa agar tim diberi kemenangan,” ujar Kokoh.

“Elemen kedua adalah panpel pertandingan. Sebelum kompetisi berjalan, elemen ini tidak aktif karena elemen ini merupakan elemen ad-hoc yang dibentuk saat akan ada pertandingan dan dibubarkan ketika kompetisi berakhir. Elemen ketiga adalah manajemen, termasuk marketing. Tak ada perubahan dan semua berjalan normal,” lanjutnya.

Komentari Artikel Ini