Phil Jones: MU Jadi Bahan Tertawaan Di Era Jose Mourinho

Sejak Jose Mourinho dipecat, Manchester United menjalani 11 pertandingan beruntun tanpa kekalahan dengan 10 pertandingan di antaranya berakhir dengan kemenangan.

Sepakbola.com, Manchester – Phil Jones merasa Manchester United menjadi bahan tertawaan saat dipimpin Jose Mourinho musim ini. Namun, Setan Merah sekarang menuju ke arah yang benar bersama Ole Gunnar Solskjaer.

Mourinho dipecat pada Desember di tengah performa buruk United dan rumor tentang kericuhan di ruang ganti karena Paul Pogba tak puas dengan kepemimpinannya.

United di luar tempat Liga Champions dan makin suram usai kekalahan 3-1 dari Liverpool di Premier League. Sekaran setelah di pimpin Solksjaer, klub tak terkalahkan 11 pertandingan di semua kompetisi (10 menang, 1 seeri) yang membawa mereka ke peringkat empat klasemen.

Setelah kemenangan 3-0 hari Sabtu atas Fulham, United tampil sebagai ancaman serius di Liga Champions jelang leg pertama 16 besar hari Rabu di Old Trafford melawan Paris Saint-Germain. Dan bek tengah mereka, Jones merasa percaya diri.

“Semua orang harus memandang serius kami sekarang,” kata Jones yang menandatangani kontrak empat tahun baru bersama United minggu ini,” dikutip dari Goal (11/2/2019).

“Kami mungkin sedikit menjadi bahan tertawaan pada awal musim, tetapi sekarang jelas tidak. Kami telah membuktikan itu dalam 10 atau 12 pertandingan terakhir. Kami membaik, kami masih semakin baik.”

“Sulit bagi semua orang yang terlibat. Klub, suporter, semua orang. Tapi ini tentang menjadi lebih kuat dan menghadapinya,”

“Saya sudah mengatakannya dulu, kami belum mencapai apa-apa, kami tidak berilusi, tetapi kami sedang menuju ke arah yang benar.”

Pogba mencetak dua gol melawan Fulham di Craven Cottage, sedangkan satu gol lainnya dicetak Anthony Martial melalui solo runnya yang luar biasa. United unggul satu poin dari Chelsea dan Arsenal, dan terpaut sembilan poin di belakang Tottenham yang berada di posisi ketiga setelah 26 pertandingan Liga Premier. (Sumber: goal.com)

Penulis: Ricky Sulastomo/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini