Tiga Alasan Performa Buruk Chelsea Belakangan Ini

Chelsea mengalami tiga kekalahan tandang beruntun di Liga Inggris yakni lawan Arsenal, Bournemouth dan Manchester City dengan catatan kebobolan 12 gol dan sama sekali tak mencetak gol.

Sepakbola.com, London – Chelsea dibuat terpana ketika mereka mengalami kekalahan terburuk sejak kalah 7-0 dari Nottingham Forest pada April 1991. Para pemain merasa terhina di lapangan, ketika Maurizio Sarri tampak tak berdaya dan bingung di tepi lapangan dengan papan skor menunjukkan angka 6-0 di pertandingan melawan Manchester City.

Apa yang membuat Chelsea begitu buruk belakangan ini? Mari kita lihat tiga alasan di antaranya.

Kurangnya rencana B

Performa Buruk Chelsea
Performa Buruk Chelsea: Maurizio Sarri selalu menyoroti mental pemain pasca Chelsea kalah tanpa mau mengubah pendekatan permainan.

Maurizio Sarri begitu yakin dengan skema ‘Sarriball’, dan menolak untuk mengakui perlunya ‘Rencana B’. Dia bersikeras untuk mempertahankan gaya permainan dan filosofinya sendiri, tetapi secara taktik, skuat Chelsea saat ini membutuhkan dinamika.

Para pemain Chelsea kehilangan arah dalam kekalahan mereka di pertandingan melawan Bournemouth dan Manchester City. Mereka benar-benar tidak berdaya ketika rencana A mereka gagal bekerja dengan baik. Dan diakui atau tidak, itu membuat Chelsea lebih mudah ditebak untuk lawan-lawan mereka.

Dua manajer teratas di Liga Inggris musim ini, Pep Guardiola dan Jurgen Klopp, tetap berpegang pada gaya mereka sendiri. Tetapi mereka juga mampu beradaptasi saat situasi tidak berjalan seperti yang diharapkan. Maurizio Sarri harus mau beradaptasi dan lebih fleksibel dengan taktiknya, terutama ketika mereka menghadapi tim yang lebih kuat.

Pertahanan yang buruk

Performa Buruk Chelsea
Performa Buruk Chelsea: Bermasalah dengan lini depan sejak awal musim, kini Chelsea dihadapkan dengan buruknya performa lini pertahanan.

Chelsea telah kebobolan 29 gol di Liga Inggris musim ini, di mana itu masih lebih sedikit dari catatan tim seperti Arsenal dan Manchester United. Tetapi akhir-akhir ini, pertahanan mereka jelas terlihat lebih buruk.

Pertahanan buruk mereka terbukti di pertandingan melawan Manchester City. Sundulan Ross Barkley memberi bola langsung ke Sergio Aguero yang menyebabkan gawang mereka kebobolan. Belum lagi posisi buruk dari Marcos Alonso yang menunjukkan betapa berantakannya pertahanan mereka.

Tugas terpenting bagi Sarri adalah memberi pertahanan yang lebih baik bagi The Blues musim ini. Chelsea akan berusaha memenangkan Liga Europa, dan mereka bertemu Manchester City di final Piala Carabao pada 24 Februari. Mereka akan membutuhkan pertahanan yang jauh lebih baik untuk hasil yang lebih baik.

Kurangnya kedalaman skuat

Performa Buruk Chelsea
Performa Buruk Chelsea: Eden Hazard terlalu diandalkan untuk mengkreasi serangan dan mencetak gol tanpa punya pelapis yang memadai.

Di bawah Maurizio Sarri, gaya bermain dan sepak bola Napoli menarik untuk ditonton. Namun Chelsea terlalu tidak konsisten dan masih berusaha menemukan cara untuk beradaptasi dengan gaya permainan Sarri.

Jelas, perbedaan kualitas personel di tim Chelsea menjadi penyebab kesulitan mereka. Meski Eden Hazard tampil sensasional musim ini dengan 12 gol dan 10 assistnya di Liga Inggris, ia nyaris merupakan prajurit tunggal di lini depan.

Alvaro Morata dipinjamkan ke Atletico Madrid pada bursa transfer Januari untuk memberi jalan bagi Gonzalo Higuain, tetapi kedalaman skuat Chelsea masih menjadi penghalang mereka untuk tampil konsisten. Sangat jelas bahwa Sarri membutuhkan pemain tambahan untuk meningkatkan peluangnya memenangkan trofi di musim berikutnya, jika ia tetap bertahan. (Sumber: Sportskeeda)

 

Penulis: Andrie Widyantoro/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini