[TOP 5] Pemain Muda LaLiga Spanyol Yang Patut Disorot Di 2019

Sepakbola.com – Kompetisi tak hanya soal persaingan antar klub saja, kemunculan bintang-bintang baru juga sangat menarik untuk disimak. Munculnya rising star tentu sangat terkait dengan kepercayaan klub pada pemain muda. Kesempatan tampil akan meningkatkan kepercayaan diri bintang-bintang belia untuk tampil di level top.

Memasuki pertengahan musim LaLiga Santander 2018-2019, ada beberapa pemain muda yang diprediksi akan bersinar hingga musim berakhir. Berikut lima di antaranya. (Sumber: Rilis LaLiga Santander)

Vinicius Junior (Real Madrid)

Para fans Real Madrid yang paling optimis pun tidak akan menyangka bahwa pemain muda berbakat asal Brasil, Vinicius Junior, akan secepat ini beradaptasi di LaLiga. Kini pemuda 18 tahun ini tentu saja berambisi untuk meneruskan perkembangan cepatnya di sisa musim 2018/19 ini.

Vinicius datang dari Brazil pada musim panas lalu. Awalnya berencana untuk melakukan adaptasi dengan kehidupan barunya di Spanyol dan bermain untuk tim Castilla di ‘Segunda B’, kompetisi kasta ketiga liga Spanyol. Tapi kemudian ia mendapatkan kesempatan untuk debut di LaLiga pada akhir September. Dalam penampilan ketiganya bersama  tim senior, ia sukses membuat bek Valladolid, Kiko Olivas, melakukan gol bunuh diri yang menghasilkan tiga poin penting bagi Real Madrid.

Kini, beberapa bulan setelah penampilan senior perdananya, mantan pemain klub Brasil CR Flamengo telah menjadi favorit para penggemar dan pundit di Bernabéu. Pelatih Los Blancos, Santi Solari, jelas percaya bahwa pemuda ini dapat memberikan pengaruh besar, baik ketika menjadi starter ataupun ketika menduduki bangku cadangan. Selalu sulit bagi pendatang baru untuk menembus tim utama Real Madrid yang dipenuhi pemain bintang. Meski begitu, kepercayaan diri pemain muda ini menunjukkan bahwa ia memiliki kemampuan dan kepribadian yang bisa memberikan pengaruh besar di level teratas.

Iñaki Williams (Athletic Club)

Gelandang muda Athletic, Iñaki Williams, lahir di Bilbao dengan darah Ghana dari sang ayah dan darah Liberia dari sang ibu. Ia menjalani paruh pertama musim ini dengan tangguh walaupun klub Basque ini sedang mengalami kesulitan. Namun, lima golnya di LaLiga dalam 18 pertandingan pertamanya dicetak di stadion lawan. Kala itu Athletic Club sedang melewati 770 hari tanpa gol di depan penggemarnya sendiri.

Lalu, pada pertengahan Januari dalam laga kandang melawan Sevilla di San Mamés, Williams mengecoh penjagaan dari Simon Kjær dan menembakkan tendangan keras ke pojok gawang. Terbebas dari kawalan, ia lalu menyerang lini pertahanan lawan sebelum dengan tenang melepas tendangan melewati kiper Tomáš Vaclík.

Hal itu membangkitkan kepercayaan dari para penonton yang meragukan bakat pemain 24 tahun ini. Ketika sedang dalam performa optimal, Williams merupakan salah satu penyerang tak terhentikan di LaLiga Santander. Sekarang sepertinya ia akan membuat banyak gol, baik kandang maupun tandang di sisa musim ini.

Joris Gnagnon (Sevilla)

Beradaptasi dengan liga dan kompetisi baru di negara baru tidak pernah mudah bagi pemain manapun. Dan bukan suatu kejutan ketika rekrutan Sevilla di musim panas 2018, Joris Gnagnon, butuh berbulan-bulan untuk beradaptasi di klub Andalusia tersebut.

Mantan bek Stade Rennais ini melakukan debutnya di LaLiga pada September ketika timnya kalah 0-2 dari Getafe. Ia kemudian kehilangan tempat di tim utama ketika Pablo Machín mengandalkan pemain lain dalam formasi tiga pemain belakang.

Namun di pergantian tahun, Gnagnon kembali ke tim utama untuk pertandingan pertama tahun 2019. Ia menunjukkan permainan yang penuh tekad pada pertandingan yang berakhir imbang 1-1 melawan Atlético Madrid. Baru berusia 22 tahun, Sevilla memiliki pemain berbakat yang dapat diasah untuk menjadi pemain bertahan kelas dunia di tengah musim ini.

Samuel Chukwueze (Villarreal)

Hanya sedikit penggemar sepak bola Spanyol atau Nigeria yang mengetahui bakat pemain sayap muda Villarreal, Samuel Chukwueze, sebelum musim 2018/19 dimulai. Sekarang, di paruh musim ini, pemuda 19 tahun ini sudah dikenal luas sebagai salah satu pemain menarik di LaLiga Santander. Chukwueze melakukan debut seniornya melawan Levante pada 4 November 2018. Ia kemudian mencetak gol pertamanya di pekan berikutnya melawan Rayo Vallecano dengan upaya solonya.

Gol kemenangan lainnya dicetak ketika melawan Real Betis. Selain itu, sebuah assist dan performa bagus secara keseluruhan ditunjukkannya dalam pertandingan imbang 2-2 melawan Real Madrid pada awal Januari lalu. Penampilan tersebut membuatnya menjaring banyak penggemar.

Ia adalah pemain sayap berkarakter cepat dan gemar menusuk ke dalam lalu menembak. Chukwueze mampu memperlihatkan dirinya sebagai pemain kunci bagi Villarreal untuk dapat menembus papan atas di sisa musim ini.

Carles Aleñá (Barcelona)

Gelandang muda Barcelona, Carles Aleñá, baru melakukan debut di LaLiga pada akhir November lalu. Tetapi para pengamat sepak bola yang mengikuti jejaknya dari tim muda Camp Nou ini sudah melihatnya sebagai bintang masa depan.

Sebagai seorang pembagi bola dengan tembakan keras, Aleñá mencetak 11 gol dari 38 pertandingan LaLiga 1|2|3 bersama Barçelona B di musim lalu. Ia mulai dikenal secara luas dengan gol solo-nya melawan Roma di kompetisi UEFA Youth League yang dinominasikan untuk FIFA Puskas Award di tahun sebelumnya.

Manajer Barça, Ernesto Valverde, memang masih berhati-hati ketika melibatkannya dalam tim utama. Meski begitu pemain berusia 21 tahun ini berhasil menyalip pemain yang lebih berpengalaman di posisi tersebut dalam skuat Barcelona. Suporter Blaugrana sudah sepatutnya gembira menanti apa yang bisa ia berikan di laga-laga berikutnya.

Komentari Artikel Ini