5 Poin Penting Dari Laga PSG Vs Manchester United

Sepakbola.com, Paris – Manchester United memberikan kemenangan termanis sejak kedatangan Ole Gunar Solksjaer, yaitu mengalahkan PSG 3-1 di Parc des Princes setelah kalah 2-0 di leg pertama 16 besar. Comeback ini semakin istimewa karena 10 pemain utama Setan Merah tengah cedera.

Hasil ini menjadi sejarah karena Manchester United jadi tim pertama di babak knockout Liga Champions yang berhasil membalikkan keadaan setelah kalah 2-0 di kandang sendiri. Berikut poin-poin penting pada laga ini.

Sulit Tapi Tak Mustahil

“Bukan misi yang mustahil,” Ole Gunnar Solskjaer menegaskan hal tersebut sebelum pertandingan. Sebuah pertandingan luar biasa berakhir dengan keadaan yang luar biasa, Manchester United melaju ke perempat final Liga Champions.

Paris Saint-Germain mendominasi di babak pertama, tetapi kesalahan lawan memungkinkan mereka memanfaatkan celah ini. Romelu Lukaku membuka jalan itu, mencetak gol kedua United setelah sempat dibuat 1-1 oleh Juan Bernat. Di babak kedua tim tamu agak melambat, seiring mingkatnya performa pasukan Thomas Tuchel.

Tetapi ofisial VAR Massimiliano Irrati melihat sesuatu di menit akhir. Keputusan handball Presnel Kimpembe mungkin agak sulit. Dia memberikan punggungnya saat tembakan Diogo Dalot. Itu mengenai lengannya. Disengaja? Mungkin tidak.

Marcus Rashford mengeksekusi penalti dan hasilnya luar biasa, mengirim United ke perempat-final. Misi mustahil tercapai. ‘Gunung’ yang dibicarakan manajer mereka telah didaki. Rencana Solksjaer berjalan lancar.

Solksjaer mengejutkan

Solskjaer menganti Eric Bailly dengan Diogo Dalot di menit 36. Asumsinya Manchester United akan bermain dengan tiga bek, tapi Ole malah memilih formasi 4-4-2 yang akhirnya sukses.

United tidak terlalu apik di babak pertama. PSG dominan melalui lubang-lubang menganga di lini tengah dan pertahanan United, mampu menciptakan ruang dan mengunci tim tamu. Peguasaan bola United turun hingga 13 persen.

Tapi di babak kedua Solskjaer membuat timnya lebih terorganisir hingga akhirnya menang berkat handball fatal Kimpembe.

Performa Bailly tak mengesankan

Bailly menampilkan performa yang jauh di bawah standar sehingga dia mendapat kritik. Jarang terjadi memang karena Eric Bailly ditempatkan sebagai bek kanan, bukan posisi naturalnya.

Kondisi itu membuat Juan Bernat dan Angel Di Maria mendapat kebebasan di sisi kanan United selama setengah jam. Tapi itu bukan alasan kesalahan mendasarnya.

Dia sudah pernah diganti pada babak pertama musim ini, saat melawan Newcastle United ketika masih dilatih Jose Mourinho. Dan kali ini dia kembali dikorbankan saat Solskjaer memasukkan Diogo Dalot pada menit 36.

Bailly sempat terlihat tertatih-tatih di lapangan, mungkin karena cedera. Itu akan menjadi pertandingan yang ingin dilupakan Baily secepat mungkin.

PSG tak jeli

Pertanyaan yang menggantung di PSG menjelang leg kedua ini adalah, apakah mereka bisa mengatasi tekanan psikologis? Kenangan buruk 2017 masih terngiang-ngiang dan pentingnya Liga Champions bagi PSG semakin meningkat.

Tanda-tanda awalnya tidak baik. Ada umpan Thilo Kehrer yang salah sasaran hingga menjadi cikal-bakal gol pertama Lukaku. Sementara Gianluigi Buffon lepas saat menangkap bola dan Lukaku rebound untuk mencetak gol kedua.

Kylian Mbappé juga tidak tampil apik, cukup sering kehilangan bola. Dani Alves saat duel satu lawan satu juga tak maksimal dan berimbas buruk. PSG tidak bisa melihat dengan jeli kesalahan dan peluangnya, hingga datanglah sepakan Dalot yang secara tidak sengaja mengenai lengan Kimpembe dan menjadi penalti untuk lawan. Ini titik kegagalan PSG.

Lukaku cetak dua gol lagi

Pertandingan ini mungkin akan cepat dilupakan, tetapi kembalinya performa Lukaku menjadi satu hal positif lagi yang bisa diambil Solskjaer setelah pertandingan ini.

Setelah dua pertandingan melawan Crystal Palace dan Southampton dalam tujuh hari terakhir, Lukaku mengulang prestasi Cristiano Ronaldo sebagai pemain United yang mampu mencetak dua gol di tiap tiga pertandingan beruntun.

Selama seminggu terakhir, Lukaku sudah menunjukkan ada banyak hal yang dia tawarkan dan sangat sayang bila dilewatkan. United membutuhkan opsi dan Lukaku bisa bermain melebar, siap bertahan dan tentu fisiknya sangat berguna melawan bek-bek lawan. Satu lagi yang paling menonjol beberapa pekan terakhir adalah umpan akuratnya yang menunjukkan dia bukan tipikal striker jenis target man. Tidak bijaksana terus-menerus menempatkannya di bangku cadangan.

 

Penulis: Ricky Sulastomo
Editor: Avandi Wiradinata

Komentari Artikel Ini