Dari Permainan Kotor Vieira Hingga Rambut Panjang Petit: Giggs Sangat Benci Arsenal

Sepakbola.com, Manchester – Legenda Manchester United yang kini menjadi pelatih tim nasional Wales, Ryan Giggs mengungkapkan ketidaksukaannya pada Arsenal. Bahkan, secara spesifik Giggs menyebutkan beberapa pilar The Gunners yang tak ia sukai.

Di akhir 1990an hingga awal 2000an, rivalitas antara Manchester United memang sangat panas. Kedua tim itu terus bersaing di papan atas dan kerap bergantian menjadi juara Premier League.

Giggs yang kala itu menjadi bagian penting dari skuat MU asuhan Sir Alex Ferguson mengenang kembali masa-masa ketika ia masih bermain terutama saat menghadapi Arsenal.

“Saya tidak suka Arsenal. Saya tidak suka Vieira karena dia bermain sangat kotor dan bisa saja menjadi pembunuh bagi kami. Saya juga tidak suka Petit karena dia punya rambut panjang. Saya tidak suka Bergkamp,” kata Giggs dilansir dari Daily Mail.

“Saya juga tidak suka Pires meski ketika saya bertemu dengan dia sekarang, dia sebenarnya sangat baik. Saya bahkan tidak ingin menatap mereka, tidak kenal mereka dan tidak ingin kenal mereka. Saya tidak akan mengizinkan diri saya untuk menilai salah satu di antara mereka.”

Kemudian, Giggs ditanya secara lebih detail mengenai Denis Bergkamp yang selama ini dinilai jarang memiliki haters. Namun, Giggs rupanya juga tak menyukai sosok asal Belanda itu.

“Bergkamp? Nah, saya bilang kepada diri sendiri bahwa dia tidak sebagus Eric Cantona. Saya bukan yang suka memuji lawan. Itu bukan karakter saya. Tetapi kadang Anda perlu itu, rasa tidak suka. Itu adalah motivasi.”

“Namun sebenarnya kita sudah tahu bahwa mereka adalah pemain hebat dan rivalitas merupakan segalanya buat kami. Rivalitas itu bahkan lebih keras daripada rivalitas kami dengan Liverpool kala itu,” pungkas Giggsy.

Berbeda dengan Manchester United menjuarai beberapa gelar Premier League dalam 15 tahun terakhir, Arsenal justru nirgelar. Trofi Premier League terakhir yang bisa dimenangkan The Gunners adalah pada tahun 2004 yang lalu. (Sumber: Daily Mail)

Penulis: Hery Kurniawan/Editor: Setyo Bagus Kiswanto

Komentari Artikel Ini