Ini Penyebab PSG Kalah Lawan Manchester United Menurut Barthez

Sepakbola.com, Paris – Mantan kiper Manchester United, Fabien Barthez yakin Paris Saint-Germain tidak menghormati lawannya dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions, sehingga kalah dan tersingkir.

PSG takluk 3-1 di Parc des Princes. Marcus Rashford mengonversi penalti pada menit 90+4 untuk membantu Manchester United membalikkan defisit 2-0 pada leg pertama. The Revis pun lolos ke perempat-final Liga Champions dengan keunggulan gol tandang.

Barthez, yang memenangkan gelar Liga Inggris bersama Setan Merah pada 2001 dan 2003, mengkritik PSG yang dianggapnya tidak memberikan rasa hormat kepada pasukan Ole Gunnar Solskjaer.

“Kurangnya rasa hormat,” kata Barthez kepada Le Parisien ketika ditanya kenapa raksasa Prancis itu mengalami kekalahan.

“Saya pikir nilai pertama yang harus dimiliki seorang atlet dan tim adalah kemampuan untuk menghormati lawan. Dalam situasi apa pun Anda perlu menghormati musuh. Berdasarkan skill, PSG memang lebih baik. Mereka menunjukkan itu saat memenangkan leg pertama, tapi Manchester United lebih baik di pertandingan ini,” tambahnya.

“PSG kurang konsentrasi. Para pemain tidak memiliki fokus di pertandingan ini. Klub yang membuat perbedaan dalam pertandingan seperti ini adalah tim yang tidak banyak membuat kesalahan,” lanjut Barthez.

PSG 1-3 Manchester United: Statistik Menarik Usai ‘Comeback’ Setan Merah

Les Parisiens sudah tiga musim beruntun gugur di babak 16 besar Liga Champions. Sebelumnya mereka tersingkir di perempat-final.

Ditanya apakah PSG tidak mempelajari pengalaman tahun 2017 ketika mereka membuang keunggulan 4-0 pada leg pertama melawan Barcelona dan kalah 6-1 di leg kedua, Barthez mengatakan: “Mereka telah menunjukkan hal yang sama. Paris tidak belajar dari kesalahan mereka. Di momen inilah kita melihat sejarah klub. Mereka seharusnya memenangkan pertandingan ini. PSG tidak memiliki kerendahan hati.”

Kekalahan tersebut juga merupakan pukulan besar bagi kiper PSG Gianluigi Buffon, karena sekali lagi ia gagal untuk mendapatkan gelar Liga Champions, satu-satunya trofi bergengsi yang belum ia dapat sepanjang kariernya. (Sumber: Le Parisien)

 

Penulis: Andrie Widyantoro
Editor: Avandi Wiradinata

Komentari Artikel Ini