Southgate Ingin Inggris Punya Mentalitas Dan Disiplin Tinggi Untuk Taklukan Montenegro

Sepakbola.com, London – Gareth Southgate mengatakan kepada para pemain Inggris untuk tetap tenang dan meningkatkan kualitas mental serta disiplin tinggi, meski pengalaman buruk dialami skuat sebelumnya ketika berkunjung ke Montenegro.

Hanya 70 jam setelah memulai kualifikasi Euro 2020 dengan kemenangan 5-0 melawan Republik Ceko. Three Lions akan mencoba meneruskan tren apik mereka di Grup A di tanah Balkan.

Inggris sedang mencari kemenangan pertama mereka ketika bertandang ke Montenegro. Rekor dua pertandingan sebelumnya di Stadion Gradski begitu mengerikan dan menakutkan dari teror yang diberikan publik Podgorica.

Wayne Rooney dikeluarkan dari lapangan karena kartu merah saat meraih hasil imbang 2-2 pada tahun 2011. Sementara kiper Joe Hart terkena berbagai lemparan dan memaksa laga berakhir 1-1 dua tahun kemudian.

Yang lebih buruk adalah tahun 2015 dalam pertandingan Montenegro menghadapi Rusia. UEFA sampai memberikan kemenangan mudah 3-0 setelah kiper Igor Akinfeev diserang dengan flare. Kualifikasi Euro 2016 itu harus dibatalkan dan Montenegro dipukul dengan larangan bermain di stadion tersebut.

“Saya di sini terakhir kali Inggris bermain, jadi saya tahu hasrat yang dimiliki para pendukung di sini untuk negara mereka,” kata manajer Inggris Southgate, yang pernah bekerja di Montenegro sebagai pakar ITV enam tahun lalu.

“Tentu saja, itu memberi dorongan besar bagi tim mereka sendiri. Tapi itu semacam tantangan yang dihadapi pemain kami beberapa kali sebelumnya.”

“Kita harus memastikan mental dan disiplin kita benar, dan kita fokus pada hal-hal yang dapat kita pengaruhi.”

Southgate tidak ingin menambah runyam masalah. Dia mengatakan: “Kami adalah tamu di sini, jadi kami akan sangat menghormati bagaimana kami berbicara tentang lawan,” katanya dalam konferensi pers.

“Pertama dan terpenting, Anda berbicara tentang aspek taktis, tetapi kami pikir penting untuk mempersiapkan mereka untuk lingkungan yang akan mereka masuki.”

“Kyle Walker telah bermain di sini sebelumnya, dia adalah satu-satunya pemain dalam skuat yang memiliki pengalaman buruk itu, sehingga dia dapat berbicara tentang itu.”

“Tapi tentu saja, pemain berpengalaman lainnya baik dengan klub mereka atau Inggris telah bermain di lingkungan yang sulit dan lingkungan yang intens, jadi kami membicarakannya.”

“Kami berbicara tentang fakta bahwa di masa lalu ada tragedi di lapangan ini dan bagaimana itu harus didekati, jadi Anda membangun image apa yang bisa mereka harapkan sehingga tidak mengejutkan jika itu terjadi,” tutupnya. (Sumber: Mirror)

Penulis: Maulana Habibi/Editor: Setyo Bagus Kiswanto

Komentari Artikel Ini