Tiga Faktor Chelsea Sering Kalah Musim Ini

Sepakbola.com, London – Chelsea kalah dua gol tanpa balas lawan Everton sebelum jeda internasional dan sekarang mereka menghuni posisi keenam di klasemen sementara Liga Inggris.

Hasil lawan Everton itu sekaligus jadi kekalahan ketujuh The Blues di Premier League musim ini. Artinya, Eden Hazard dan kawan-kawan sudah kalah di lebih dari 25 persen pertandingan mereka di kompetisi domestik. Sementara di Piala FA mereka juga sudah gugur usai takluk lawan Manchester United.

Maurizio Sarri diangkat sebagai manajer Chelsea pada awal musim, tetapi ia belum sepenuhnya berhasil dalam memenuhi harapan suporter. Berikut adalah tiga alasan kenapa Chelsea sering menelan kekalahan musim ini:

Lini belakang rapuh

Chelsea sebagian besar menderita karena buruknya pertahanan mereka di dalam kotak penalti. Antonio Rudiger telah menjadi bek utama mereka sejauh ini, tapi bahkan dia gagal melakukan tackle bersih di dalam dan sekitar kotak penalti. Sementara David Luiz terlihat kurang kokoh di jantung bertahan, serta melakukan beberapa kesalahan fatal.

Selain itu, bek sayap Chelsea Marcos Alonso dan Cezar Azpilicueta juga tidak tampil sebaik musim lalu. Pelanggaran Alonso yang tidak perlu di pertandingan melawan Everton menjadi salah satu buktinya. Azpilicueta juga terlihat lebih nyaman saat maju membantu serangan ketimbang saat bertahan.

Karena semua alasan di atas, Chelsea kebobolan banyak gol di beberapa pertandingan. Mereka kebobolan enam kali saat lawan Manchester City dan empat gol melawan Bournemouth. Sementara Arsenal dan Manchester United masing-masing telah mencetak dua gol ke gawang mereka.

Kurang kreativitas di tengah

Sarri memainkan dua gelandang bertahan dalam formasi 4-3-3 dengan N’Golo Kante didorong agak maju sementara Jorginho dapat peran yang lebih bertahan serta penyeimbang antar lini.

Baik Jorginho maupun Kante memang mampu mencetak beberapa gol, tapi itu belum cukup bagi Chelsea. Matteo Kovacic dan Ross Barkley adalah gelandang tengah lainnya, namun mereka bukan kreator serangan asli dan tidak bisa memenangkan pertandingan seorang diri.

Barkley telah mencetak delapan gol musim ini dan Kovacic belum mencetak gol untuk Chelsea. Ini sangat kontras dengan legenda Chelsea Frank Lampard, yang sangat produktif sebagai gelandang.

Penyerang malas bertahan

Penyerang Chelsea belum banyak berkontribusi dalam bertahan. Saat kehilangan bola, mereka biasanya tidak banyak menekan bek lawan dan tidak terbiasa kembali ke setengah lapangan saat dibutuhkan.

Akibatnya, The Blues sering kekurangan pemain di setengah lapangan mereka sehingga lawan mengambil keuntungan dari situasi itu. Tim seperti Barcelona juga telah bermain dengan skema 4-3-3 selama lebih dari satu dekade, tapi high press membuat mereka langsung bertahan saat bola masih di setengah lapangan lawan. (Sumber: Sportskeeda)

 

Penulis: Andrie Widyantoro
Editor: Avandi Wiradinata

Komentari Artikel Ini