3 Alasan Manchester United Terpuruk Musim Ini

Manchester United telah dipastikan tanpa gelar musim ini dan terancam tak lolos Liga Champions musim depan.

Sepakbola.com, Manchester – Manchester United kembali terpuruk setelah menelan kekalahan 4-0 melawan Everton. Mereka telah mendapatkan enam kekalahan dari delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi. Apa yang salah dari mereka. Berikut adalah tiga hal yang bisa menjadi penyebab keterpurukan pasukan Ole Gunnar Solskjaer.

Tak memiliki pertahanan yang layak

United telah menyaksikan Vidic dan Ferdinand memenangkan gelar untuk mereka dengan penampilan yang konsisten dan penuh dengan hati. Dan kini mereka tak lagi memiliki itu.

Meskipun Victor Lindelof bermain lebih baik musim ini, dia jelas bukan pemimpin di lapangan seperti yang ditunjukkan oleh Vidic. Ashley Young tampil inkonsisten. Smalling dan Jones adalah bek yang baik tetapi tidak pada level yang layak jika mereka bermain untuk klub dengan level seperti Manchester United. Dan karier Luke Shaw telah dilanda oleh cedera.

Jelas terlihat kedatangan Virgil van Dijk ke Liverpool telah mengubah klub itu menjadi salah satu yang terbaik di Eropa. United mungkin membutuhkan dua pemain seperti Van Dijk sekarang.

Tidak adanya manajemen elite

Konferensi pers Solskjaer sebagian besar dihiasi tentang bagaimana ia berusaha memotivasi para pemain dan membuat mereka sadar bahwa mereka bermain untuk Manchester United. Namun secara pragmatis, itu bukanlah hal yang dapat membantu mereka memenangkan banyak pertandingan berturut-turut, atau mungkin gelar.

Sudah jelas kita tidak dapat membandingkan Solskjaer dengan Pep Guardiola atau Jurgen Klopp atau bahkan Maurizio Sarri, karena orang-orang ini telah memenangkan banyak pertandingan. untuk saat ini, Manchester United tidak hanya membutuhkan hati di lapangan, tetapi juga taktik dan strategi.

Terlalu mengandalkan lini tengah

 

Rashford telah menjadi pemain bintang musim ini untuk United, dan tidak ada keraguan ia adalah pemain yang memiliki masa depan yang cerah. Tetapi dia jelas belum siap untuk mengambil kendali di tangannya dan memikul United sendirian. Dia bukan striker yang sangat eksplosif seperti Salah, atau Diego Costa, atau Aguero.

Performa loyo Lukaku dan performa terbaik dari Rashford tidak cukup. Tugas menyerang lalu dibebankan ke lini tengah United yang memiliki nama-nama besar, tetapi tentu saja tugas mereka bukan untuk mencetak gol, tetapi untuk menciptakan permainan membangun dengan cara yang benar.

Pogba bisa mencetak beberapa gol, begitu juga Herrera, tetapi Fred, Matic atau McTominay tidak memiliki karakteristik menyerang yang memadai. United jelas membutuhkan seorang striker musim depan yang dapat mencetak 10-15 gol atau lebih, sehingga lini tengah dapat melakukan apa yang terbaik bagi mereka. (Sumber: Sportskeeda)

 

Penulis: Andrie Widyantoro/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini