3 Hal Yang Bisa Sebabkan Juventus Gagal Juara Liga Champions Musim Ini

Sepakbola.com, Turin – Musim ini, Juventus telah menunjukkan performa yang stabil dan performa mereka yang luar biasa untuk melenyapkan Atletico Madrid di babak 16 besar Liga Champions memberi harapan baru bagi mereka untuk sukses di Eropa.

Namun, Juventus mungkin akan gagal sekali lagi musim ini. Dan berikut adalah tiga alasan mengapa mereka mungkin tidak memenangkan Liga Champions musim ini.

Cedera Ronaldo

prediksi juventus vs parma liga italia serie a

 

Cristiano Ronaldo adalah bintang di babak terakhir Liga Champions melawan Atletico Madrid, saat ia hampir seorang diri melenyapkan klub Spanyol itu dengan hat-trick yang luar biasa. Dua minggu kemudian, pemain berusia 34 tahun itu mengalami cedera saat tampil bersama tim nasional Portugal.

Ronaldo menderita cedera hamstring, dan yang lebih buruk lagi adalah kenyataan bahwa hamstring adalah cedera yang berulang dan untuk setiap sprint yang dilakukan Ronaldo, ia memiliki kemungkinan untuk mendapatkan cedera itu lagi.

Mengingat bahwa Ronaldo baru menginjak usia 34 tahun, kecepatan pemulihannya jauh lebih rendah daripada ketika ia masih muda. Pendukung Juventus pun akan berharap CR7 tidak mengalami cedera yang sama menuju tahap genting Liga Champions musim ini.

Sejarah terkini yang tidak mendukung

Cristiano Ronaldo saat mencetak gol kedua ke gawang Juventus, di leg pertama perempat final Liga Champions. (Foto: ALBERTO PIZZOLI/AFP/Getty Images)

Seharusnya sudah menjadi pengetahuan umum sekarang bahwa Juventus terakhir kali memenangkan Liga Champions pada tahun 1997. Sejak saat itu, mereka hampir berhasil menjadi juara Eropa pada beberapa kesempatan, tetapi gagal untuk mendapatkannya.

Real Madrid telah menjadi penghalang Juventus pada dua kesempata, yaitu pada tahun 1998 dan 2017. Sementara itu AC Milan dan Barcelona telah menggagalkan Bianconeri masing-masing pada satu kesempatan, pada tahun 2003 dan 2015.

Ini adalah tren buruk bagi Juventus, dan seperti yang telah kita lihat dari waktu ke waktu, sejarah bisa berulang dengan teratur, dan dalam kasus Juventus, itu bisa menjadi faktor yang menyandung mereka musim ini.

Tekanan yang terlampau besar

Juventus-real-madrid-oliver-uefa
Michael Oliver memberi kartu merah kepada Gianluigi Buffon yang memprotes keras penalti yang diberikan kepada Real Madrid di final Liga Champions 2017.

Dari semua klub yang tersisa di Liga Champions, Juventus bisa dibilang menghadapi tekanan terbesar untuk memenangkan trofi. Mereka sangat ingin memenangkan trofi Eropa selama beberapa tahun terakhir dan transfer Ronaldo semakin meningkatkan tekanan di pundak mereka, karena mereka tidak punya alasan lagi untuk gagal.

Ini menempatkan para pemain Juventus dalam posisi di mana memenangkan Liga Champions hampir merupakan masalah hidup atau mati bagi mereka. Harapan para pendukung mereka sangat tinggi sehingga kegagalan tidak dapat ditoleransi.

Dalam beberapa kasus, tim favorit bisa gagal saat menghadapi tekanan yang terlampau besar, dengan kekalahan Brasil yang memalukan di Piala Dunia 2014 menjadi contoh terbaik. (Sumber: Sportskeeda)

 

Penulis: Andrie Widyantoro/Editor: Setyo Bagus Kiswanto

Komentari Artikel Ini