3 Hal Dari Mario Gomez Yang Harus Diwaspadai Borneo FC Jika Tak Mau Seperti Persib

Sepakbola.com, Samarinda – Borneo FC sudah mengumumkan pelatih anyarnya untuk musim ini. Dan sosok itu adalah Mario Gomez, mantan pelatih Persib Bandung di musim lalu.

Gomez bukan nama baru di kancah sepakbola Indonesia. Musim lalu ia membesut Persib Bandung dan sukses membawa Maung Bandung finis peringkat keempat.

Namun ada jejak kelam dari eks Johor Darul Takzim musim lalu bersama Maung Bandung. Hal itu wajib diwaspadai oleh Pesut Etam jika ingin sukses.

Mario Gomez Rewel Fasilitas

Gomez salah satu pelatih vokal ketika menuntut sesuatu. Ia tidak segan untuk mengutarakan isi hatinya jika tidak sesuai dengan keinginannya ke publik.

Salah satu yang diingat musim lalu ia menyoroti fasilitas Persib terutama fasilitas latihan. Apalagi Borneo FC tidak punya fasilitas latihan yang oke karena sering menjalani training di Stadion. Maka dari itu Pesut Etam harus waspadai hal ini dari Mario Gomez.

Keharmonisan Tim

Faktor lain yang harus diwaspadai dari Pelatih asal Argentina ini adalah keharmonisan tim. Hal itu sempat terjadi di kubu Persib.

Gomez tidak mampu menjaga keharmonisan tim ketika dua pemain depannya yakni Ezechiel Ndouassel dan Jonathan Bauman berseteru di lapangan. Harusnya seorang pelatih bisa menjaga kerharmonisan tim.

Selain itu ia pernah menuduh timnya sendiri terlibat suap pada laga melawan PSMS Medan. Sontak membuat manajemen kebakaran jenggot. Perlakuan ini menjadi catatan tersendiri bagi manajemen Borneo FC.

Mirip Iwan Setiawan

Belajar Iwan Setiawan, Gomez acapkali memberikan komentar kontroversial kepada tim lawan. Apalagi ia doyan psywar seperti Iwan.

Yang paling diingat dari Gomez terkait mulut pedasnya yakni saat Persib bertemu Persija Jakarta. Saat ada penundaan laga Persija versus Persib. Saat itu Gomez menyebut hanya akal-akalan dari manajemen Persija yang kondisi timnya pincang karena ditinggal beberapa pemain intinya.

Sontak hal ini membuat kubu Macan Kemayoran geram mengingat dari awal mereka terkendala soal keamanan. Sejatinya bagus soal psywar namun sepakbola Indonesia belum siap menerima itu.

Komentari Artikel Ini