Persija Jakarta Bidik Tiga Pemain Blasteran Indonesia-Belanda, Siapa Saja?

Dua pemain keturunan yang dibidik Persija Jakarta sudah berstatus warga negara Indonesia alias WNI sementara satu lagi berniat menjalani proses naturalisasi.

Sepakbola.com, Jakarta – Baru-baru ini Persija Jakarta digosipkan akan merekrut pemain naturalisasi. Bahkan saat ini ada satu pemain yang sudah mengaku berkomunikasi dengan klub Macan Kemayoran untuk merealisasikan transfernya.

Rencananya pihak Persija Jakarta akan memberikan kejutan pada Jakmania dengan mendatangkan pemain baru. Termasuk kehadiran pemain sepak bola naturalisasi.

Hal itu seperti diungkapkan oleh CEO Persija, Ferry Paulus. Selain merekrut pemain lokal adan satu pemain naturalisasi akan dibidik Persija. Tim Sepakbola.com coba menebak siapa pemain naturalisasi, ini tiga kandidatnya.

1. Tonnie Cusell

Pemain naturalisasi yang kini sudah pensiun dari dunia sepak bola, Tonnie Cusell mengaku dapat tawaran dari Persija. Diungkapkan lewat akun Instagram miliknya, pria 36 tahun itu mengungkapkan transfernya ke Persija Jakarta memang benar-benar nyata. Unggahan tersebut juga mendapat banyak respons dari para pendukung setia Persija Jakarta.

2. Joey Suk

View this post on Instagram

??????

A post shared by ? ? ? ? ? ? ? (@joeysuk) on

Gelandang keturunan Indonesia, Joey Suk, kembali mengutarakan niatnya untuk menjadi warga negara Indonesia. Pemain 29 tahun ini, punya darah Indonesia dari sang ibu. Untuk memuluskan niatnya, ia harus pindah ke klub Indonesia agar lebih mudah mengurus proses pindah warga negara.

Klub yang paling tepat untuk mempercepat naturalisasinya adalah Persija Jakarta. Berada di ibu kota pastinya akan lebih memudahkan pemain kelahiran Deventer, Belanda ini mengurus proses naturalisasinya.

Berdasar catatan Transfermarkt, Suk masih terikat di klub Liga Kroasia, HNK Gorica, hingga Mei 2020.

3. Ezra Walian

Salah satu syarat Ezra Walian bisa bermain untuk timnas Indonesia adalah sang pemain harus menetap di negara barunya selama dua tahun.

Sebagaimana diketahui, penyerang 21 tahun ini gagal memperkuat timnas Indonesia U-23 di ajang kualifikasi Piala Asia U-23 2020. AFC dengan persetujuan dari FIFA atas rekomendasi KNVB (federasi Belanda) melarang Ezra tampil di ajang itu karena masalah administrasi.

Wajib untuk Ezra untuk membela klub Indonesia jika ingin membela timnas minimal selama dua tahun setelah itu ia boleh kembali berkarier di Eropa. Persija dirasa cocok untuk Ezra untuk memilih klub tersebut apalagi Macan kemayoran juga sedang membutuhkan pemain depan yang produktif.

Ezra masih tercatat sebagai pemain RKC Waalwijk bersatatus pinjaman dari Almere City. Kontraknya bersama Almere City akan berakhir pada Juni 2019 menurut Transfermarkt.

 

Komentari Artikel Ini