[TOP 5] Pemain Jebolan Liga Top Eropa Yang Melempem Di Indonesia

Pengalaman bermain di kompetisi Eropa tak selalu memberi dampak besar apalagi ketika direkrut klub-klub Indonesia usia mereka tak lagi muda.

Sepakbola.com, Jakarta – Liga Indonesia pernah dijajaki pemain top level Eropa. Hal itu saat ada kebijakan merekrut Marquee Player. Sayangnya walaupun berlabel kelas dunia mereka belum bisa berkontribusi dalam permainan sehingga klub harus bakar uang dengan hasil tak seberapa. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya.

1. Julian Faubert

Jebolan Liga Top Eropa
Jebolan Liga Top Eropa: Julien Faubert hanya bertahan setengah musim di Borneo FC pada kompetisi Liga 1 2018.

Julien Faubert sebetulnya tampil apik di putaran pertama kala itu. Pemain berusia 34 tahun itu tidak tergantikan mengisi poros tengah Borneo FC dan menyumbangkan tiga gol. Mantan pemain West Ham United ini telah tercatat mengoleksi 1.350 menit bermain dalam 15 laga yang telah dijalani. Artinya, Julien Faubert memang jadi pilihan utama pelatih Iwan Setiawan maupun Dejan Antonic. Akan tetapi ia tetap didepak.                              

2. Carlton Cole                         

Jebolan Liga Top Eropa
Jebolan Liga Top Eropa: Carton Cole gagal memberikan dampak signifikan di Persib Bandung

Penyerang Inggris ini adalah pemain dengan pembelian paling buruk menurut kami karna hanya bermain 5 pertandingan tanpa mennyumbang gol. Penampilan nya pun sangat jauh dibawah kualitas pemain lokal indonesia. Bahkan belum genap setengah musim kompetisi, Persib Bandung sudah mendepak pemainnya karena tak memberi banyak kontribusi, dia adalah Carlton Cole. Striker berpaspor Inggris itu sama sekali tak pernah mencatatkan tendangan ke gawang lawan, dan ketika diberi kesempatan bermain, tim seperti bermain dengan 10 pemain karena perannya sama sekali tak terlihat.

3. Michael Essien

Jebolan Liga Top Eropa
Jebolan Liga Top Eropa: Michael Essien gagal membawa Persib Bandung bersaing di papan atas.

Michael Essien nama besar bersinar di Eropa tapi kini saat main di Indonesia hanya sisa ampasnya saja. Karena itu, Maung Bandung kurang maksimal saat Essien ditampilkan. Karena sudah tidak cepat, gaya main cepat dari Maung Bandung menjadi terhambat. Meski demikian, skill sebagai pemain kelas dunia belum hilang dari Essien. Dia sempat diturunkan selama 27 laga dengan 10 di antaranya sebagai pemain pengganti. Hasilnya, dia mencetak lima gol dan tiga assist. Tapi, Persib terpuruk di posisi ke-12 klasemen Liga 1.

4. Momo Sissoko                        

Jebolan Liga Top Eropa
Jebolan Liga Top Eropa: Secara performa Momo Sissoko tak bisa dibilang gagal namun insiden absensinya membuat penentuan juara Liga 1 2017 berakhir kontroversial.

Mantan pemain Liverpool ini cukup stabil dalam penampilan nya meskipun hanya mencetak 5 gol dalam 20 pertandingan. Sissoko di Mitra sempat menjadi sumber masalah. Pasalnya, dia sempat terpancing main keras dan melakukan pelanggaran yang berujung sanksi Komdis PSSI. Karena Sissoko tetap dimainkan, jadilah Naga Mekes terkena sanksi kalah 0-3 walaupun sejatinya mereka bisa menahan imbang juara Liga 1, Bhayangkara FC.

5. Juan Belencoso

Riwayat kariernya memeng tak sehebat empat pemain sebelumnya. Karier tertingginya adalah tampil di Segunda B Liga Spanyol bersama tim seperti Albicete dan Cadiz. Sempat digadang-gawang bakal menjadi pemain produktif justru penampilannya sangat mengecewakan bahkan dinilai di bawah rata-rata pemain lokal indonesia, dan akhirnya dipecat oleh Persib Bandung.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa menghadirkan nama besar bagi klub-klub Liga 1 bukan jaminan untuk meraih hasil maksimal di kompetisi. Menarik ditunggu, apakah klub masih akan jor-joran mengeluarkan uang untuk mendatangkan pemain dengan nama besar musim depan?

Komentari Artikel Ini