AC Milan Berpotensi Kena Sanksi Larangan Tampil Di Liga Champions

Sebelumnya, AC Milan telah dikenai sanksi larangan tampil dua tahun di kompetisi Eropa namun memenangi banding di Pengadilan Arbitrase Olahraga.

Sepakbola.com, Milan – Harapan AC Milan untuk lolos ke Liga Champions diliputi keraguan usai mereka tersangkut masalah dengan badan pemantau keuangan klub federasi sepakbola Eropa alias Club Financial Control Body (CFCB-UEFA). Rossoneri diduga melanggar peraturan financial fair play (FFP) dua periode berturut-turut.

Saat ini Milan berada di urutan keempat Seri A, dan hampir kembali ke Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2014. Sayangnya harapan terancam gagal ke Liga Champions meskipun finish empat besar.

Mereka mengatakan situasi keuangan akan membaik di bawah pemilik baru asal Amerika, Elliott Management Corporation yang mengambil kendali klub dari Li Yonghong musim panas lalu.

UEFA awalnya sempat memberi Milan larangan dua tahun di kompetisi Eropa karena melanggar aturan FFP musim panas lalu. Sanksi tersebut akhirnya batal setelah banding Milan diterima Pengadilan Arbitrase Olahraga atau Court of Arbitration for Sport (CAS).

“Penyelikan UEFA Club Financial Control Body hari ini mengkomunikasikan keputusannya untuk merujuk kasus AC Milan ke ruang pengadilan CFCB.”

Pernyataan UEFA juga menyebut keputusan tersebut diambil karena Milan dinilai gagal memenuhi persyaratan selama periode pemantauan yang dilakukan musim ini. Persyaratan yang dimaksud mencakup musim 2015-16, 2016-17 dan 2017-18.

“UEFA tidak akan membuat komentar lebih lanjut tentang masalah ini sampai keputusan dicapai di ruang pengadilan CFCB dalam kasus ini. Referensi ini tidak terkait dengan keputusan yang dibuat oleh pengadilan CFCB pada bulan Desember 2018 dan meliputi musim 2014- 15, 2015-16 dan 2016-17.”

Kerugian dalam periode tiga tahun

Di bawah peraturan FFP, klub tidak diizinkan mengalami kerugian lebih dari 26 juta poundsterling selama tiga musim. Ketetapan itu dilanggar Milan antara 2015-17 ketika mereka menghabiskan 200 juta poundsterling untuk transfer. Namun, pemeriksaan ini terkait dengan periode tiga tahun antara 2016 hingga 2018.

Rossoneri menunjuk mantan kepala eksekutif Arsenal Ivan Gazidis sebagai CEO pada Desember yang didenda pada Januari menyusul pembelian Lucas Paqueta senilai 35 juta euro.

“Setelah penandatanganan Paqueta, sebuah surat tiba dari UEFA di mana kami ditanya soal investasi-investasi serupa – bersama dengan denda,” kata direktur olahraga Milan, Leonardo, pada bulan Desember. (Sumber: espnfc.com)

Penulis: Ricky Sulastomo/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini