Suporter Rasis Lawan Milan, Ini Kata Lazio

Sepakbola.com, Milan – Lazio sangat menyayangkan tindakan suporter rasis mereka saat pertandingan lawan AC Milan di semifinal Coppa Italia, Kamis (24/4/2019) dini hari WIB.

Sekelompok suporter Lazio membentangkan spanduk bertuliskan kehormatan untuk (Benito) Mussolini dan membuat penghormatan fasis di pusat kota Milan. Setelah itu terdengar nyanyian rasis dan suara monyet, sebelum dan selama kemenangan 1-0 mereka atas Rossoneri. Tiemoue Bakayoko yang dipinjam Milan dari Chelsea, menjadi korban serangan rasisme suporter Lazio.

Sebelumnya, nyanyian rasis juga terdengar dari Curva Nord of the Stadio Olimpico saat pertandingan melawan Udinese. Lazio lolos dari hukuman karena pengawas stadion tidak mendengar mereka. Namun klub berjuluk Biancocelesti kemungkinan dapat hukuman setelah insiden lawan Milan di San Siro.

Lazio sudah merilis permintaan maaf secara resmi, dengan menyebut suporter yang melakukan nyanyian rasis tidak mewakili Lazio.

[VIDEO] CUPLIKAN GOL Milan 0-1 Lazio: Gol Tunggal Correa Singkirkan Rossoneri

“Lazio menjauhkan diri dari prilaku dan protes yang sama sekali tidak menghormati nilai-nilai olahraga, yang didukung dan dipromosikan oleh klub ini selama 119 tahun,” bunyi pernyataan Lazio.

“Dan [klub] menolak serta menentang media tertentu yang menganggap seluruh penggemar Lazio bertanggung jawab bersama atas tindakan beberapa elemen yang terisolasi, yang dimotivasi oleh apapun kecuali gairah olahraga. Klub ini selalu berjuang menghormati legalitas dan kebenaran perilaku [para suporternya]. “

Lazio memiliki sejarah panjang tentang suporter rasis. Beberapa kelompok suporter mereka secara terbuka menyatakan diri mereka fasis.

Untuk membendung rasisme, pada Oktober 2017 Lazio mengumumkan akan mengirim 200 anak per tahun ke Auschwitz untuk mendidik mereka. (Sumber: ESPN FC)

 

Penulis: Ricky Sulastomo
Editor: Avandi Wiradinata

Komentari Artikel Ini