Presiden PSG Diduga Terlibat Kasus Korupsi

Presiden Paris St Germain, Nasser Al-Khelaifi tersandung masalah hukum terkait Kejuaraan Dunia Atletik 2017 dan Olimpiade 2020.

Sepakbola.com, Paris – Presiden Paris St Germain, Nasser Al-Khelaifi didakwa oleh otoritas Prancis telah melakukan korupsi, hal itu dikonfirmasi oleh pengacaranya.

Pengusaha Qatar itu dituduh melakukan pembayaran sejumlah 3,5 juta dolar AS (2,8 juta pounds) untuk mencoba mengamankan Kejuaraan Dunia Atletik 2017 dan Olimpiade 2020 agar digelar di Doha.

Al-Khelaifi, yang juga memiliki saham di saluran TV Qatar BeIn Sports, membantah klaim tersebut melalui pengacaranya.

Tuduhan tersebut menyangkut pembayaran dari perusahaan Al-Khelaifi, Oryx, ke perusahaan yang dikelola oleh putra Lamine Diack, yang saat itu menjabat presiden Federasi Atletik Amatir Internasional (IAAF).

“Nasser Al-Khelaifi didakwa telah ‘memvalidasi pembayaran ini’, kepada ‘penerima akhir’ Lamine Diack,” bunyi pernyataan dari pengacara STAS & Associates. “Kedua pernyataan ini juga tidak akurat.”

Bantahan pengacara Al-Khelaifi

Pengacara mengklaim bahwa pembayaran dilakukan kepada Pamodzi Sport Consulting, perusahaan yang dikelola oleh Papa Massata Diack, sebagian besar berkaitan dengan hak siar televisi dan sponsor.

Doha kalah dalam perebutan tuan rumah Kejuaraan Dunia Atletik 2017 yang akhirnya dilangsungkan di London dan Olimpiade 2020 yang akan dilaksanakan di Tokyo dan sebagian besar biaya dibayar oleh Pamodzi, tambah pengacara.

Mereka kemudian menunjukkan bahwa Al-Khelaifi tidak memiliki keterlibatan dalam upaya Doha untuk menjadi tuan rumah Olimpiade dan dia juga sibuk dengan akuisisi PSG oleh Qatar Sports Investments pada saat itu.

Francis Szpiner dan Renaud Semerdjian dari STAS & Associates mengatakan dalam pernyataan: “Nasser Al Khelaifi bukanlah pemegang saham atau direktur Oryx pada 2011. Dia tidak secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam upaya Doha untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Atletik Dunia 2017.”

“Lebih jauh kami mengingatkan Anda bahwa pada saat itu ia telah diberhentikan dari kegiatan operasionalnya di Al Jazeera Sport, yang telah bertugas selama beberapa bulan untuk menegosiasikan akuisisi Paris Saint Germain, di mana ia menjadi ketua dewan pengawas pada 30 Juni 2011. Fakta-fakta ini tidak menjadi perhatiannya.”

Tuduhan itu belum dikonfirmasi secara publik oleh peradilan Prancis. (Sumber: Irish Examiner)

Penulis: Maulana Habibi/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini