Kekalahan Dari Liverpool Di Liga Champions Masih Menghantui Pemain Barcelona

Gagal juara Liga Champions, Barcelona masih menyisakan harapan meraih gelar ganda kala jumpa Valencia di final Copa del Rey, Minggu (26/5/2019) dini hari WIB.

Sepakbola.com, Barcelona – Gerard Pique mengakui kekalahan Barcelona di semifinal Liga Champions melawan Liverpool adalah mimpi buruk dan rekan setimnya masih belum sepenuhnya pulih hingga saat ini.

Pasukan Jurgen Klopp menderita kekalahan 3-0 di Camp Nou pada leg pertama babak semifinal, yang membuat Blaugrana berada di ambang pintu menuju babak fina. Tetapi sayangnya bagi mereka, leg kedua tidak berjalan sesuai rencana.

The Reds menunjukkan performa yang luar biasa di Anfield, dan berhasil menang dengan skor 4-0 berkat masing-masing dua gol dari Divock Origi dan Georginio Wijnaldum. Barcelona pun tersingkir dari turnamen kontinental dengan cara yang memalukan untuk kedua kalinya secara berturut-turut, karena mereka dikalahkan oleh Roma dalam keadaan yang sama di babak perempat final Liga Champions musim 2017-18.

Pique, yang menjadi starter di kedua pertandingan melawan Liverpool, mengakui bahwa hasil itu meninggalkan bekas luka pada tim Barcelona, dan mereka akan membutuhkan waktu untuk pulih sepenuhnya.

“Sangat sulit untuk bangkit secara emosional karena hari-hari berlalu dan kami tidak melupakan kekalahan itu. Tapi kami harus mengambil langkah maju. Itu adalah situasi yang sangat sulit. Tapi kami tidak harus menyiksa diri kami sendiri.”

“Ya, itu adalah salah satu kekalahan besar kami. Tapi itulah olahraga, di mana kadang-kadang kami harus menderita.”

“Itu adalah mimpi buruk dan kami harus menanganinya, karena itu bisa terjadi lagi. Tetapi kami harus memahami mengapa itu terjadi dan berharap itu membantu kami di masa depan,” ujar Pique.

Kenangan momen buruk lawan Roma

Pasukan Ernesto Valverde tidak dapat belajar dari kesalahan mereka di pertandingan melawan Roma musim sebelumnya. Mereka juga tak mampu mempertahankan keunggulan tiga gol yang mereka dapat di leg pertama.

Barca telah gagal mencapai final Liga Champions sejak 2015 dan Pique yakin ingatan akan kekalahan di Stadio Olimpico memengaruhi pola pikir para pemain di pertandingan melawan The Reds. Dia juga memuji Liverpool yang memberikan tekanan tinggi di pertandingan itu.

“Ketika sesuatu seperti ini terjadi, semua atau hampir semuanya berjalan dengan salah. Saya pikir pada tingkat mental, beberapa orang terpengaruh oleh apa yang terjadi di Roma karena kami baru saja mengalaminya. Dengan gol pertama, yang sangat cepat, tanpa sadar kami teringat pertandingan melawan Roma,” tambahnya.

“Kemudian dua gol lagi datang dengan sangat cepat dan itu tampak seperti apa yang terjadi setahun yang lalu. Dan mereka menekan sangat tinggi, sangat kuat, Anfield juga memainkan perannya, kami tidak mampu menghadapinya. Kadang-kadang terjadi. Itu adalah hari yang sangat sulit,” pungkasnya. (Sumber: El Pais)

 

Penulis: Andrie Widyantoro/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini