Legenda Prancis: PSG Butuh Pemain Yang Berkomitmen

Mantan pemain Timnas Prancis Youri Djorkaeff menilai PSG butuh pemain yang benar-benar mencintai klub.

Sepakbola.com, Paris – Youri Djorkaeff mengatakan perubahan diperlukan di Paris Saint-Germain setelah mereka tak meraih prestasi yang memuaskan. Penyataan Djorkaeff menyiratkan skuat Les Parisiens saat ini banyak diisi bintang yang bermain hanya untuk uang.

PSG banyak mendapatkan kritik meski berhasil meraih gelar Ligue 1. Mereka mengalami kekalahan di final Coupe de France melalui adu penalti melawan Rennes, meskipun faktanya mereka unggul 2-0 di babak pertama.

PSG gagal mempertahankan Coupe de la Ligue, setelah tersingkir di perempat final oleh Guingamp, yang kemudian terdegradasi dari Ligue 1. Selain itu pasukan Thomas Tuchel juga menderita kekalahan pada babak 16 besar melawan Manchester United di Liga Champions .

Spekulasi terus menghubungkan Neymar dengan kepindahan dari ibukota Prancis, sementara pencetak gol terbanyak Edinson Cavani dilaporkan menjadi target Atletico Madrid. Dan setelah keterpurukan itu, Djorkaeff merasa perubahan sangat diperlukan oleh PSG.

Djorkaeff mengatakan kepada Omnisport: “Beberapa perubahan harus terjadi di dalam klub. Pertanyaan utama menurut saya adalah mengetahui siapa yang ada di Paris Saint-Germain dan apa yang mereka lakukan sana.”

“Saya berbicara tentang pemain, rombongan, dan staf. Pada tahap tertentu Anda perlu menempatkan orang-orang yang ingin berada di sana dan membantu klub untuk meningkat. Banyak masalah yang akan diperbaiki,” tambah mantan bintang Inter Milan.

Kurang persaingan di Ligue 1

Posisi Tuchel di klub juga telah dipertanyakan karena kinerja PSG yang di bawah standar di Liga Champions. Mantan pelatih Borussia Dortmund itu mendalangi kemenangan timnya di leg pertama di Old Trafford, tetapi justru mengalami kekalahan di kandang sendiri.

“Tidak banyak yang perlu dipikirkan karena dia yang terbaik di liga, di mana mereka tidak memainkan banyak pertandingan besar,” kata Djorkaeff tentang Tuchel, yang timnya telah kalah tiga kali dari enam pertandingan terakhir di Ligue 1.

“Bukan maksudnya tidak menghormati Marseille, Lyon atau Lille, kompetisi Ligue 1 tidak menakuti PSG. Di Eropa kompetisinya berbeda. Akhir musim adalah hal yang paling gila. Itu tidak berjalan sesuai rencana mereka sama sekali. Klub seperti Paris membiarkan tim mereka mengakhiri musim dengan cara itu, dan itu adalah hal yang tidak diperbolehkan,” pungkasnya. (Sumber: Omnisport)

 

Penulis: Andrie Widyantoro/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini