Maman Selalu Anggap Laga Melawan PSIS Semarang Spesial

Maman Abdurahman punya pengalaman yang layak untuk dikenang selama berkostum PSIS Semarang medio 2005–2008.

Sepakbola.com, Jakarta – Bertanding lawan mantan klub yang membesarkan nama pasti spesial bagi pemain. Tidak terkecuali bek senior Persija Jakarta Maman Abdurahman yang akan bertemu PSIS Semarang pada pekan kedua Liga 1 2019 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Jawa Tengah.

Meski berstatus sebagai pemain Persija Jakarta, nama Maman tetap tak bisa dilepaskan dari nama Mahesa Jenar, julukan PSIS. Pasalnya, klub ibu kota Jawa Tengah itu adalah tempat Maman tumbuh dan berkembang sebagai pesepakbola.

Maman berseragam PSIS pada musim 2005 setelah sempat berseragam Persijatim Solo (sekarang Sriwijaya FC). Keputusannya saat itu terbilang tepat. Di PSIS, namanya terus melambung hingga terus menjadi langganan tim nasional Indonesia.

Bersama PSIS, dia menyabet gelar Pemain Terbaik Liga Indonesia 2006. Kontribusinya saat itu adalah membawa PSIS finis sebagai runner-up Liga Indonesia 2006 setelah sebelumnya di peringkat ketiga musim 2005.

Fokus menangkan Persija

Kini ia kembali ke PSIS akan tetapi sebagai lawan. Meski laga ini disebutnya spesial, bek yang baru saja berulang tahun ini berjanji akan tampil maksimal untuk Persija. Apalagi sebagai pemain profesional, ia harus memberikan terbaik untuk Persija.

“PSIS Semarang adalah salah satu klub yang mengangkat nama dan prestasi saya. Pertandingan ini pasti spesial untuk saya,” kata Maman Abdurrahman menanggapi laga ini.

“Laga ini spesial untuk saya akan tetapi itu masa lalu. Saat ini saya di Persija sekarang saya harus berikan yang terbaik untuk tim ini,” tutup Maman.

Komentari Artikel Ini