Mimpi Buruk Bali United Lawan Bhayangkara FC Berakhir

Sebelum kemenangan di Liga 1 2019, Bali United menelan enam kekalahan dan satu hasil imbang saat bersua Bhayangkara FC.

Sepakbola.com, Jakarta – Bali United akhirnya sukses bangun dari mimpi buruk saat bertemu Bhayangkara FC. Sebelumnya, pasukan Serdadu Tridatu ini selalu sulit bisa meraih kemenangan atas tim berjuluk The Guardian.

Bahkan hal itu terjadi saat Bhayangkara FC masih menyandang nama Surabaya United. Itu terjadi di Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Saat itu mereka berhasil menunjukkan kedigdayaanya dengan melumat Bali United dengan skor telak 3-1.

Mimpi buruk itu berlanjut di tahun-tahun berikutnya, bahkan Stadion Kapten Dipta mampu diubahnya seperti taman bermain oleh Bhayangkara FC. The Guardian sukses meraih kemenangan tandang saat masih dibesut oleh Simon Mc Menemy pada Liga 1 2017 dan 2018. Hasil terbaik Bali United adalah skor imbang 2-2 pada paruh kedua ISC 2016.

Rekor kian parah ketika Bali United berstatus sebagai tim tamu. Ada tiga pertemuan yang terjadi diluar I Wayan Dipta. Semua laga itu pun harus berakhir dengan kekalahan. Bali United pulang ke kandang tanpa membawa satu poin pun.

Terakhir mereka juga harus tersingkir di ajang Piala Presiden 2019. Saat itu mereka dibantai 4-1 di babak penyisihan. Mereka gagal melaju ke partai 8 besar meski di dua laga sebelumnya sukses meraih kemenangan.

Diwarnai satu kartu merah

Namun Serdadu Tridatu berhasil menyudahi rekor buruk setiap kali bersua tim berjulukkan The Guardian itu ketika sukses meraih kemenangan 1-0 lewat gol tunggal Yabes Roni, Selasa (21/5/2019) malam. Tak cuma itu, Bali United juga berhak duduk di singgasana Liga 1 2019 setelah meraih dua kemenangan beruntun di Liga 1.

Kemenangan Bali United di pekan kedua Liga 1 2019 ini tidak didapat dengan mudah. Stefano Lilipaly dkk cukup kesulitan membongkar ketatnya pertahanan tim tamu. Berbagai upaya tendangan juga banyak yang melenceng atau melambung tinggi. Sementara tim tamu juga tak sedikit memberi tekanan meski kebanyakan mengandalkan serangan balik.

Momen krusial didapat Bali United ketika Alsan Sanda harus meninggalkan lapangan setelah mendapatkan kartu kuning kedua pada menit 61. Ia melakukan pelanggaran tak perlu saat Made Andika berusaha memulai serangan balik dari area sendiri. Sembilan menit pasca momen kartu merah, tuan rumah akhirnya bisa mencetak gol penentu kemenangan melalui Yabes Roni.

Komentari Artikel Ini