Mourinho Puji Peran Anak Gawang Liverpool Pada Gol Keempat Di Anfield

Inisiatif anak gawang Liverpool memberi kesempatan Trent Alexander-Arnold untuk mengambil tendangan sudut kejutan yang berbuah gol penentu ke gawang Barcelona.

Sepakbola.com, Liverpool – Mantan manajer Manchester United Jose Mourinho memuji ball-boy alias anak gawang Liverpool atas pemikirannya yang cepat pada pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions.

Liverpool menciptakan salah satu ‘comeback’ terbaik dalam sejarah Liga Champions ketika mereka menjungkalkan Barcelona dengan skor 4-0 di leg kedua pertandingan semifinal mereka. Kemenangan itu membantu mereka maju ke final Liga Champions untuk kedua kalinya secara berturut-turut.

Gol kemenangan The Reds di pertandingan itu datang secara mengejutkan bagi Barcelona. Trent Alexander-Arnold mengambil tendangan sudut dengan cepat, di saat para pemain bertahan Barcelona belum siap untuk menghadapinya.

Dalam situasi tersebut, ball-boy yang bernama Oakley Cannonier pantas diberi pujian karena ia dengan cepat melemparkan bola baru ke lapangan yang membantu Alexander-Arnold untuk mengambil tendangan sudut dengan cepat dan mengejutkan lawan mereka.

Peran penting anak gawang

Mourinho juga melayangkan pujiannya kepada Cannonier karena pemikirannya yang cepat dalam pertandingan tersebut. Manajer asal Portugal itu berkata: “Ada satu detail yang diangkat beberapa media. Ball-boy itu. Saya sempat berada di klub yang tidak pernah mengerti betapa pentingnya ball-boy itu.”

“Jika pemain ingin lemparan ke dalam yang cepat, maka ball-boy harus tahu pemain itu ingin lemparan ke dalam yang cepat. Bola harus tiba dengan cepat. Kiper, tempo permainan, ball-boy juga bisa berperan dalam struktur yang baik,” tambahnya.

“Saya dulu adalah seorang ball-boy. Ketika saya menjadi ball-boy, saya bahkan tahu di mana posisi bola yang diinginkan oleh para pemain. Klub sepak bola besar akan memperhatikan setiap detail. Itu sangat, sangat penting. Dalam permainan kali ini, anak itu sangat cerdas, sangat cerdas. Saya tidak tahu apakah dia adalah pemain akademi atau tidak, tetapi anak itu tahu apa yang akan dia lakukan,” lanjut Mourinho.

“Lalu Trent Alexander-Arnold, dia membaca situasi dengan sangat baik. Ia adalah anak muda, bermain di semifinal Liga Champions, lelah, telah memainkan 80 menit sepak bola. Dia melihat segalanya. Dan tentu saja, Origi, dia bisa saja menendang bola di atas mistar gawang. Itu tidak mudah, tapi dia mampu mencetak gol,” pungkasnya.

Liverpool akan menjamu Wolves dalam pertandingan Liga Inggris terakhir mereka musim ini, sebelum terbang ke Madrid untuk menghadapi Tottenham Hotspur di final Liga Champions. (Sumber: Sportskeeda)

 

Penulis: Andrie Widyantoro/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini