Sterling Ingin Tim Yang Terlibat Rasisme Dikurangi Sembilan Poin

Sepakbola.com, Manchester – Raheem Sterling ingin berbicara dengan pengurus Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dan penyelenggara Premier League pada musim panas ini. Tujuannya untuk mengetahui langkah selanjutnya dalam upaya memerangi rasisme.

Penyerang sayap tim nasional Inggris dan Manchester City itu mengatakan boikot dan gestur seperti mengenakan kaos khusus selama pemanasan dan digemborkan di media sosial tidak cukup. Ia menginginkan hukuman yang lebih keras seperti pengurangan sembilan poin untuk klub yang terlibat rasisme.

Berbicara di Wall Street Journal’s Future of Everything dari Wall Street Journal di New York, Sterling tertarik untuk membahas cara yang lebih konkret untuk memberantas rasisme.

“Anda bisa terjebak dengan latihan setiap hari, dan permainan setiap dua, tiga hari, jadi Anda tidak benar-benar punya banyak waktu untuk keluar berbicara dengan banyak orang,” katanya.

“Tapi di waktu libur, jika saya bisa berbicara dengan FA dan orang-orang di Liga Inggris untuk mencari cara bagaimana kita bisa melihat hal-hal yang lebih baik di masa depan, pasti saya akan berada di sana untuk melakukan itu.”

Pemain 24 tahun tersebut semakin giat menggalakkan kampanye anti-rasisme. Sterling sendiri pernah mendapat perlakuan rasis dari suporter Chelsea pada Desember 2018. Setelah insiden itu Sterling menggunakan Instagram untuk mengkritik media karena cara mereka memberitakan pemain berkulit hitam.

Dia mengaku dihubungi oleh otoritas sepak bola dengan ide-ide tentang kampanye anti-rasisme, tapi tidak setuju dengan pendekatan mereka.

“Setelah situasi di Chelsea, mereka datang kepada saya dengan sebuah ide tapi saya tidak setuju dengan ide itu,” katanya.

“Itu adalah peredaman media sosial. Saya bilang tidak setuju dengan apa yang ingin Anda keluarkan. Ini adalah isi media sosial, hanya dilihat selama beberapa hari. Dalam waktu dua hari semuanya akan dilupakan.”

Pada April 2019, Asosiasi Pesepakbola Profesional Inggris(PFA) meluncurkan kampanye #Enough, yang membuat para pesepakbola di Inggris dan Wales memboikot media sosial selama 24 jam untuk memprotes cara jejaring sosial menangani kasus-kasus rasisme secara online.

Tapi Sterling mengatakan dia ingin melihat hukuman yang lebih kuat yang tidak akan bisa diacuhkan oleh pelaku.

“Tim mendapatkan pengurangan (poin), tim dikeluarkan dari turnamen. inilah saat orang mulai menganggapnya serius,” katanya.

“Jika saya pergi ke pertandingan sepak bola dan saya mendukung Manchester United, misalnya, saya tidak ingin menjadi orang yang membiarkan tim saya terpuruk dengan mengucapkan kata-kata konyol di stadion.

“Jika Anda tahu tim Anda akan dikurangi sembilan poin dan tidak memenangkan liga, Anda tidak akan mengatakan pernyataan rasis, meskipun Anda tidak seharusnya memikirkan itu.

“Mendenda klub 5.000 pounds atau suporter 300 pounds tidak berdampak apa-apa,” tutupnya. (Sumber: Standard.co.uk)

 

Penulis: Maulana Habibi
Editor: Avandi Wiradinata

Komentari Artikel Ini